Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Gugatan Syarat Pendidikan Wapres di Mahkamah Konstitusi Memicu Gelombang Protes dan Kritik Tajam Warganet

Repelita.id

04 October 2026 16:37 WIB

[VIRAL] Gugatan Syarat Pendidikan Wapres di Mahkamah Konstitusi Memicu Gelombang Protes dan Kritik Tajam Warganet
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Opini publik di media sosial kembali memanas mengenai integritas proses hukum yang sedang berjalan di lembaga peradilan konstitusi negara.

Sebuah unggahan yang beredar di platform digital memicu beragam reaksi keras dari warganet terkait keabsahan dokumen pendaftaran salah satu petinggi negeri.

ADVERTISEMENT

Unggahan mengenai keresahan tersebut dibagikan oleh pemilik akun @benediktusfebruantoro yang menuliskan pernyataan terkait harapannya terhadap para penegak hukum.

Ia menyampaikan, "Tinggal menunggu, masihkah ada Hakim MK yang punya keberanian mengatakan salah untuk yang salah dan mengatakan yang benar untuk kebenaran.. Kalau SUKET atas dasar DAFTAR HADIR dipakai mendaftar sebagai calon Wakil Presiden dan diterima oleh KPU alangkah rendahnya kualitas KPU saat itu..!!"

Pernyataan dari unggahan tersebut langsung memicu perbincangan hangat serta mendapat respons beragam melalui kolom komentar dari para pengguna internet lainnya.

Salah satu tanggapan datang dari akun @pratman66 yang menyatakan ketidakpuasannya secara blak-blakan dengan menuliskan, "kualitasnya bukan saja rendah tetapi berbuat kejahatan".

Rasa kurang percaya terhadap kelanjutan proses persidangan juga diungkapkan oleh akun @fata_18junior dalam kolom komentar unggahan tersebut.

Netizen tersebut mengungkapkan pandangannya dengan menuliskan kalimat, "Kok saya pesimis ya orang hakim mk yg dulu lolosin gibran aja sekarang dijadiin watimpres".

Kekhawatiran mengenai stigma negatif yang akan muncul di masyarakat jika tuntutan hukum tersebut ditolak juga disampaikan oleh pengguna media sosial lain.

Hal itu diutarakan oleh akun @anhar2405 melalui sebuah komentar singkat yang berbunyi, "Kl hakim MK nolak tuntutan Denny , lsg deh di cap termul".

Di sisi lain, terdapat pula tanggapan yang bernada sindiran terhadap situasi penegakan hukum dan keahlian para praktisi hukum saat ini.

Akun @kanglodhang menanggapi tulisan tersebut dengan memberikan komentar berupa opini singkat, "Cocok nih praktisi hukum nya melamar jadi hakim mk".

Unggahan yang menuai kritik tajam dari berbagai kalangan ini juga memicu harapan religius dari pengguna lain agar keadilan dapat ditegakkan.

Harapan tersebut dituliskan secara singkat oleh akun @1566yones yang menyematkan doa berupa tulisan kalimat, "امين يارب العالمين".

Meskipun banyak yang melayangkan kritik, tanggapan yang berseberangan dan bernada skeptis terhadap tuntutan hukum tersebut tetap bermunculan di media sosial.

Pandangan kontra itu disampaikan secara menohok oleh akun @mulyono.budhi dengan menuliskan sebuah komentar, "Ngimpi dan sakit sampe 2029 ya".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung