Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Gudang Garam Sebut Harga Rokok Rp26.000, Negara Ambil Rp19.000, Bachrum Achmadi: Wah, Gede Juga Perokok Nyumbang ke Negara

Repelita.id

14 September 2026 14:01 WIB

[VIRAL] Gudang Garam Sebut Harga Rokok Rp26.000, Negara Ambil Rp19.000, Bachrum Achmadi: Wah, Gede Juga Perokok Nyumbang ke Negara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan warganet soal besarnya kontribusi perokok terhadap penerimaan negara memicu perdebatan di media sosial X pada Minggu, 13 September 2026.

Perbincangan tersebut berawal dari unggahan akun @bachrum_achmadi yang menyoroti besarnya penerimaan negara yang dikaitkan dengan konsumsi rokok.

ADVERTISEMENT

Wah gede jg perokok nyumbang ke negara. Klo begini mustahil pabrik rokok ditutup, lah wong negara gede nyatutnya! 🤣🤣🤣

Unggahan yang dibuat pada pukul 21.44 WIB itu kemudian mendapat ribuan tayangan dan memunculkan beragam respons dari pengguna X lainnya.

Salah satu tanggapan datang dari akun @EnuTasdik26672 yang membandingkan keuntungan pelaku usaha dengan penerimaan pihak lain dalam rantai perdagangan.

Bener-bener bangast , malak gak kira2, yang bikin cuma untung 7rb, yang gak ngapa ngapain untung 26rb

Menanggapi komentar tersebut, akun @bachrum_achmadi menjelaskan bahwa angka Rp7.000 yang disebut belum dapat dianggap sebagai keuntungan bersih karena masih terdapat komponen biaya.

7rb itu blm untung om…msh ada modal n biaya produksi di dlmnya. 😅

Percakapan mengenai rokok tersebut juga mendapat respons dari akun @Kong_liuer yang menyoroti besaran keuntungan pedagang UMKM.

Pedagang UMKM paling ambil 500 - 1500🤭😩

Sementara itu, akun @suijtihad menyampaikan pengalaman pribadi mengenai konsumsi rokok dengan menulis pernyataan singkat.

Saya sehari 2 bungkus

Komentar lain datang dari akun @budionocovv yang mengungkapkan perubahan pola pembelian rokok setelah harga mengalami kenaikan.

Harga Sigaret GG Surya 16 Rp37ribu waktu Sigaret msh murah dibawah Rp25ribu Aku beli Sigaret sehari berani 3 bungkus skrg Sigaret mahal sehari sebungkus Aku beli Sigaret sdh puluhan thn brp Aku nyumbang Pabrik dan Negara blm keluargaKu yg lain yg suka Sigaret

Akun @nasaktion2 kemudian mengarahkan perbincangan pada persoalan pengelolaan penerimaan negara dan kekhawatiran terhadap praktik korupsi.

Mending negara, paling dimakan habis para pejabat koruptor

Di sisi lain, akun @tulusrahayu70 merespons pembahasan tersebut secara singkat dengan ungkapan keprihatinan.

Astaghfirullah....

Akun @Basthoni juga memberikan tanggapan bernada santai terhadap isu yang tengah dibicarakan.

Mantab tho Wkwkwkwk

Sementara akun @LeoOffi67 mengaitkan dirinya sebagai perokok aktif dengan pertanyaan mengenai kontribusi yang telah diberikan kepada negara.

So Apa yang gue buat utk negara ?Gue perokok aktif nih

Perdebatan turut melebar ke isu pengelolaan dana publik setelah akun @RaihanDelano9 menyinggung persoalan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

DANA BLBI DI MALING BANK BCA..KEMBALIKAN LAGI KE NEGARA UANG BLBI ITUU..JANGAN DI BAWA KABUR JE LUAR NEGERI OIII

Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan beragam sudut pandang warganet, mulai dari kontribusi konsumen rokok terhadap penerimaan negara, besaran keuntungan dalam rantai perdagangan, hingga kekhawatiran terhadap pengelolaan uang publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung