Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Fatimah Ulas MBG Secara Teknis, Rocky Gerung Soroti Bisnis, Transaksi Politik, dan Intervensi Partai

Repelita.id

20 October 2026 20:20 WIB

[VIRAL] Fatimah Ulas MBG Secara Teknis, Rocky Gerung Soroti Bisnis, Transaksi Politik, dan Intervensi Partai
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Diskusi publik mengenai program Makan Bergizi Gratis belakangan ini memicu perdebatan hangat terkait aspek teknis serta keterlibatan kepentingan politik di dalamnya.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai jalannya forum diskusi tersebut sebelumnya diunggah dalam bentuk rekaman opini lewat akun media sosial milik @mugiyulianto.

"Saking perfectnya opini Fatimah tentang MBG, sampai rocky pun tidak bisa membantah seperti biasa yg mengawang2 dgn teorinya dan alhasil masuk wilayah teknis." tulis keterangan akun @mugiyulianto dalam unggahannya.

Berdasarkan narasi dalam cuplikan forum tersebut, pengamat politik Rocky Gerung menguraikan tiga catatan penting mengenai program strategis nasional bentukan pemerintah tersebut.

Dirinya menjabarkan mengenai indikasi perputaran bisnis dalam proyek logistik pangan, eksistensi kesepakatan elektoral antara kepala negara dengan koalisi parpol pengusung, hingga keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam memutus pola transaksi dengan rezim terdahulu.

Pernyataan dari pengamat tersebut seketika memicu gelombang tanggapan kritis dari para pengguna platform digital Threads.

"Terdengar seperti pengakuan: mbg bukan demi rakyat tapi demi koalisi/ perjanjian bisnis " sebut akun @duniaqtoy dalam pin komentarnya.

Kritik tajam mengenai implementasi program pemenuhan gizi anak sekolah juga turut dilayangkan oleh warganet lain yang menganalisis dinamika koalisi di tingkat kabinet.

"Saking ngaconya realisasi MBG sampai2 sekelas RG pun ga bisa garang bela MBG ujung2 nya membuka fakta kalau prabowo adalah presiden yg terjerat koalisi gemuknya (perjanjian elektoral) sehingga kepentingan rakyat adalah nomor ke 1001 " ketik akun @agungsmulya.

Di sisi lain, terdapat warganet yang bernostalgia dengan membagikan pola pemenuhan konsumsi anak sekolah yang pernah diterapkan secara mandiri oleh paguyuban orang tua murid di daerah.

"Teman saya masak buat anaknya sekaligus untuk teman anak²nya. Secara bergantian dengan orang tua murid lainnya. Di sebuah sekolah di Bandung, bbrp tahun yg lalu." tulis akun @estinugraheni68.

Gaya retorika dalam forum perdebatan tersebut juga dinilai bergeser dari pola abstrak yang biasa diperlihatkan dalam panggung diskusi media.

"Loh, tumben gak akrobat teori abstrak. Karena argumennya farimah perfect atau emang brief nya gitu ya?" tanya pemilik akun @josephchristoffel.

Sebagian netizen mengaku sangat menikmati sajian adu argumentasi yang berjalan tertib tanpa harus memicu tindakan anarkis antarnarasumber.

"Nah begitu kan enak di Nonton,. Tidak seperti diskusi yg saling bantah bantahan sampai berkelahi." puji pengguna akun @fadly_sabalanna.

Kecerdasan narasumber perempuan dalam memaparkan data teknis operasional juga mendapatkan apresiasi tersendiri dari warganet.

"Nih cewe makannya apa sih waktu bayi.....kok pinter banget." ungkap kekaguman dari akun @novijubel.

Kendati demikian, kelompok warganet lain mengingatkan publik agar tidak mudah terbuai oleh taktik penyelarasan opini yang kerap diperlihatkan para tokoh pemikir di ruang publik.

"Untuk "patahkan" argumen lawan yang harum namanya, RG puji, lalu sepakati, hingga berada pada frekuensi yang sama. Berikan hal yang mau ia/kita dengar. Seolah terjadi kesepakatan; terjadi perubahan, sesuai tajuk acara. Pada level kenyataan? belum tentu. Inilah tugas RG, mengisi ke"kosong"an pemerintah. Karyawan tak punya kuasa atas majikan. Jangan terlena." pungkas analisis mendalam dari akun @yajugaya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung