Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Dua Tahun Pemerintahan, Publik Soroti Drama Penyadapan di Tengah MBG Bermasalah, Hutan Terbakar, Pajak Tinggi, dan UMR Rendah

Repelita.id

05 November 2026 19:34 WIB

[VIRAL] Dua Tahun Pemerintahan, Publik Soroti Drama Penyadapan di Tengah MBG Bermasalah, Hutan Terbakar, Pajak Tinggi, dan UMR Rendah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketegangan sosiopolitik nasional kian memuncak mengiringi bergulirnya berbagai perkara hukum kontroversial yang melibatkan lingkaran mantan penguasa negeri.

ADVERTISEMENT

Kritik tajam dari elemen masyarakat sipil terus mengalir deras di ruang publik siber guna menyoroti lambannya penuntasan masalah riil warga negara.

Rangkaian kekecewaan publik terhadap kinerja tata kelola pemerintahan masa lalu tersebut dibagikan oleh pegiat media sosial Threads melalui takarir digitalnya.

Ulasan bernada satir yang mengundang perhatian ribuan pasang mata itu diunggah oleh akun nana_nug pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

"Kata Om Iwan Fals di lagu 'Bangsat' Lidah bercabang, hati busuk, muka tembok.

Kirain itu cuma lirik lagu tahun lawas, ternyata itu Job Description orang2 yang hobi cuci tangan dari masalah rakyat hari ini," tulis akun nana_nug dalam ekspresi kekecewaannya.

Ia menambahkan sebuah analogi mengenai maraknya rekayasa isu serta skandal pembocoran data intelijen yang sengaja digulirkan ke tengah masyarakat luas.

Langkah pengalihan opini tersebut dituding sengaja dirancang demi menutupi ketiadaan hasil kerja nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial sosiologis warga sipil.

"Ditambah lagi ada job cuci2an isu dan job sadap2an drama biar plot cerita makin seru.

Kerja nyata kagak, aktingnya yang juara.

Selamat menonton drama episode selanjutnya! 🎬🎪," sambung akun nana_nug mengakhiri takarir berantainya.

Asumsi mengenai pengondisian situasi ini kian dipertebal oleh mencuatnya skandal siber Lawful Interception Management System yang menyeret penahanan sejumlah jenderal polisi.

Otoritas keamanan baru bentukan Presiden Prabowo Subianto dipaksa bergerak cepat untuk mengurai motif pengaliran data rahasia tersebut ke wilayah Solo.

Masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk tetap waspada serta terus mengawal jalannya reformasi hukum demi membersihkan birokrasi negara dari oknum manipulatif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung