Repelita [Jakarta] - Dunia maya dihebohkan dengan curahan hati seorang pengguna media sosial yang mengungkap nominal jasa medis sangat rendah bagi tenaga kesehatan penanganan pasien jaminan kesehatan nasional.
Informasi kontroversial tersebut diunggah oleh akun @Naz_lira
ADVERTISEMENT
pada tanggal 31 Agustus 2026 yang langsung memantik perhatian publik secara luas.
Pemilik akun tersebut menyampaikan kesaksian bahwa besaran honorarium tersebut diakui secara langsung oleh seorang dokter ahli di sebuah rumah sakit jantung nasional.
Unggahan itu juga menyertakan kutipan kalimat asli yang disampaikan oleh tenaga medis bersangkutan tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun di dalamnya.
Akun @Naz_lira
menuliskan isi pernyataan dokter tersebut dengan berbunyi, Ini 100% sama persis dengan yg dipaparkan oleh salah seorang dokter spesialis di RSJPD HK saat saya bertemu 4 Agustus lalu.
Keluhan berlanjut pada pengungkapan angka nominal imbal jasa medis per pasien yang dinilai sangat tidak sepadan dengan beban kerja serta tingkat pendidikan profesi kedokteran.
Pernyataan lanjutan dari tenaga ahli medis tersebut turut dibeberkan dalam unggahan yang sama secara terbuka kepada khalayak ramai.
Akun @Naz_lira
menyertakan kutipan lanjutan yang berbunyi, Bahkan ia mengutarakan, bahwa untuk pasien BPJS, dirinya hanya menerima Rp.10.000/pasien.
Polemik mengenai rendahnya kesejahteraan tenaga medis ini dinilai dapat memicu krisis sumber daya manusia profesional di sektor pendidikan dan kesehatan nasional dalam waktu dekat.
Kekhawatiran itu turut dikonfirmasi oleh pengunggah melalui kalimat penutup yang menyoroti ancaman krisis tenaga ahli berkualitas di tanah air.
Akun @Naz_lira
menuliskan keprihatinannya melalui kalimat, Lama-lama negara ini kekurangan guru, dokter yg berkualitas.
Berbagai respons dan tanggapan kritis langsung mengalir deras dari para warganet di kolom komentar menanggapi rendahnya standar penggajian tenaga profesional kesehatan tersebut.
Salah satu tanggapan kritis disampaikan oleh warganet lain yang menyoroti alokasi anggaran institusi yang dinilai hanya mengutamakan kesejahteraan internal pegawai tertentu saja.
Akun [suspicious link removed] memberikan komentar pendek dan menohok pada dua jam lalu dengan menuliskan, Kan emang hanya utk mensejahterakan pegawainya saja.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Ini 100% sama persis dengan yg dipaparkan oleh salah seorang dokter spesialis di RSJPD HK saat saya bertemu 4 Agustus lalu.
— 𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾ (@Naz_lira) August 31, 2026
Bahkan ia mengutarakan, bahwa untuk pasien BPJS, dirinya hanya menerima Rp.10.000/pasien.
Lama-lama negara ini kekurangan guru, dokter yg berkualitas. pic.twitter.com/HJACuBVGY6