Repelita Jakarta - Gelombang tanggapan kritis dari kalangan netizen kedapatan terus mengalir deras menyusul terlaksananya forum debat terbuka menyangkut dinamika unjuk rasa mahasiswa.
ADVERTISEMENT
Dua figur lintas generasi dihadirkan secara berhadapan guna membedah pemicu di balik masifnya gelombang protes sipil terkait tuntutan reformasi birokrasi negara belakangan ini.
Runtunan rekaman ulasan serta tanggapan pro kontra dari publik tersebut disiarkan melalui visual siaran langsung pada kanal YouTube KompasTV.
Berdasarkan tayangan program ROSI yang dirilis pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026 malam hari itu narasumber terlibat adu argumentasi teoritis.
Tokoh aktivis mahasiswa Fathimah Azzahra berhadapan langsung dengan politisi senior Budiman Sudjatmiko dalam membahas esensi penyampaian aspirasi di jalanan ibu kota.
Pernyataan penutup dari pihak perwakilan mahasiswa dinilai publik memiliki kedalaman empati yang dikemas secara lugas sekaligus tajam di hadapan lawan bicaranya.
Suka bgt closingnya Fatimah malam ini✨ Apa ya.. ada kesan empatinya tapi sarkastik juga. Cerdas banget, tulis narasi ulasan dari akun @harassela.
Sebagian kalangan menilai bahwa jajaran elit politik pendukung otoritas eksekutif cenderung tidak responsif dalam menyerap poin substansi keluhan masyarakat bawah.
Sikap abai dalam mendengarkan kritik secara utuh tersebut dinilai memicu kebuntuan komunikasi dua arah antara penguasa dengan kalangan akademisi kampus.
He said YES to end her statement. He didnt listen attentively to understand, ketik opini kritis dari akun media sosial @imakusuma_.
Kecaman dari warganet juga menyasar kehadiran figur mantan aktivis masa lalu yang kini dinilai publik telah berbalik arah menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan.
Dih, itu penghianat reformasi berani banget nongolin muka 🤐🤐🤐, tandas komentar tajam bernada kekecewaan mendalam dari akun @archrid187 (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads