Repelita Jakarta - Publik dikejutkan oleh temuan data dari platform media sosial Threads yang mengungkap anomali dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah.
Sebuah unggahan akun digital bacakoran.co menyoroti kasus ketidaktepatan sasaran pendataan Badan Pusat Statistik yang menempatkan kalangan pejabat legislatif sebagai penerima bansos.
ADVERTISEMENT
Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba justru tercatat di Desil 4 dan Terdaftar Penerima PKH, tulis akun tersebut dalam ulasannya.
Ironisnya, kondisi sebaliknya justru dialami oleh warga dari kalangan masyarakat kecil yang amat membutuhkan uluran tangan negara untuk bertahan hidup sehari-hari.
Sementara ada tukang becak, buruh bangunan dan masyarakat miskin lainnya justru masuk DESIL 6-8 dan otomatis hilang sebagai penerima PKH dan bansos pemerintah, imbuhnya.
Temuan data yang dianggap tidak masuk akal tersebut langsung memantik gelombang kemarahan serta komentar pedas dari para pengguna internet di kolom balasan.
hanya pengadilan akhirat yg gak bisa mereka manipulasi, timpal akun @balqia_sz menanggapi carut-marut data tersebut.
Kritik bernada sindiran telak turut dilontarkan oleh akun @guan_n9 yang menyoroti rasa malu atas validitas data negara.
Malu gak tuh, tulis akun @guan_n9 singkat.
Dugaan manipulasi status sosial ekonomi tersebut juga dihubungkan oleh akun @ario.dast dengan realitas politik para pejabat.
mungkin karena Pengemis.... Pengemis Suara Rakyat...., cetus akun @ario.dast.
Kemarahan warganet kian memuncak hingga memunculkan seruan protes keras terhadap instansi pemerintah yang dinilai tidak becus mengelola data valid.
Kapan bisa revolusi.. instansi kian jd pembohong dan pendusta, seru akun @kontributortoday.
Sentimen serupa juga disuarakan oleh akun @iryawan_cavalera yang menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap sistem birokrasi.
Siapkan diri dan menunggu Takbir Revolusi, timpal akun @iryawan_cavalera.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads