Repelita Jakarta - Akun TikTok @pengabdi_candlestick menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya data 1,1 juta kelas menengah Indonesia hanya dalam waktu satu tahun.
Ia menggambarkan fenomena tersebut sebagai fakta yang sangat mengerikan dan patut menjadi perhatian serius semua pihak.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, sebelum pandemi tahun 2019 kelas menengah mencapai 21,4 persen dari populasi.
Namun setelah tujuh tahun pasca covid, kelas menengah mengalami penurunan yang sangat tajam.
Ia menjelaskan bahwa tabungan kelas bawah yang sebelumnya rata-rata mencapai 4,2 juta per orang kini hanya tersisa 1,7 juta.
Pengabdi Candlestick menegaskan bahwa dampak covid masih terus dirasakan dan banyak masyarakat yang semula memiliki usaha atau pekerjaan kini semakin terpuruk.
Ia menyatakan bahwa hilangnya 1,1 juta kelas menengah dalam satu tahun ini berarti jutaan orang telah turun status ke lapisan ekonomi yang lebih rendah.
Menurutnya, saat ini sekitar 45 juta orang bergantung pada pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pengabdi Candlestick juga mengkritik keras para bupati yang dinilainya tidak peka terhadap kesulitan rakyat.
Ia menegaskan, "to the regents who are like animals that you still dare to corrupt yes you are more despicable than animals yes you really are not human."
Kondisi penurunan daya beli dan hilangnya kelas menengah ini disebut sebagai ancaman nyata bagi kestabilan perekonomian nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.
@pengabdi_candlestick 1,1 juta kelas menengah hilang datanya... ngeri...!!! #creatorsearchinsights #astronacci #edukasitrading #mindsetmotivation #foryourepage ♬ suara asli - Pengabdi Candlestick