Berita, Nasional

[VIRAL] Beredar Kabar Rustam Efendi Sebut Eko Sulistyo dan Pratikno sebagai Dalang Kasus Ijazah Palsu Jokowi?

Repelita.id

25 April 2026 15:14 WIB

[VIRAL] Beredar Kabar Rustam Efendi Sebut Eko Sulistyo dan Pratikno sebagai Dalang Kasus Ijazah Palsu Jokowi?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menurut pengamat hukum Ahmad Khozinudin, S.H., Rustam Efendi secara lugas menyebut dua nama dalam pusaran kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ahmad Khozinudin, S.H. mengungkapkan bahwa kedua nama yang disebut sebagai aktor dan dalang kasus ini adalah Eko Sulistyo dan Pratikno, berdasarkan pernyataan yang viral pada Jumat, 24 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ahmad Khozinudin, S.H. menuliskan bahwa Eko Sulistyo yang merupakan mantan Ketua KPUD Surakarta disebut sebagai pihak yang membuat ijazah Jokowi di Pasar Pramuka.

Sementara Pratikno yang berstatus akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut sebagai otak atau dalang di balik pembuatan ijazah tersebut menurut Ahmad Khozinudin, S.H.

Ahmad Khozinudin, S.H. menyatakan bahwa sejauh ini aparat kepolisian belum melakukan pendalaman terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan Rustam Efendi.

Semestinya dalam konteks penegakan hukum yang adil dan fair, polisi memanggil, memeriksa, serta mengambil keterangan kedua nama tersebut menurut pandangan Ahmad Khozinudin, S.H.

Ahmad Khozinudin, S.H. menegaskan bahwa proses pemeriksaan idealnya juga dilanjutkan dengan konfrontir antara Eko Sulistyo dan Pratikno bersama Rustam Efendi.

Ahmad Khozinudin, S.H. mengamati bahwa Eko Sulistyo sendiri hingga saat ini belum memberikan klarifikasi apa pun kepada publik mengenai tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Mantan anggota KPUD Solo itu seolah hilang ditelan bumi tanpa suara di tengah hingar-bingar kasus ini menurut tulisan Ahmad Khozinudin, S.H.

Sementara Pratikno yang kini menjabat Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabinet Prabowo-Gibran juga memilih bungkam.

Terakhir, ia hadir di Kota Solo mengunjungi Jokowi namun tidak mengeluarkan pernyataan apa pun terkait kasus ijazah palsu tersebut demikian menurut Ahmad Khozinudin, S.H.

Ahmad Khozinudin, S.H. menuliskan bahwa nampaknya selain penyidikan yang dilakukan polisi, publik terus melakukan penyelidikan dan verifikasi secara independen.

Di tengah kuatnya tafsir keberpihakan aparat pada kubu Jokowi, publik mulai mengumpulkan keterangan dan bukti lain yang dihindari polisi.

Ahmad Khozinudin, S.H. menyebut bahwa Rustam Efendi sendiri mengaku mendapatkan temuan dari sejumlah jaringan aktivis yang peduli dengan kasus ini.

Ia berulangkali menyebut sejumlah nama baik Cacha, Eko Sulistyo, Pratikno, hingga sejumlah aktivis koleganya.

Terlepas apakah pernyataan Rustam Efendi memiliki kebenaran faktual atau tidak, publik jelas ingin kasus ini diproses secara adil menurut Ahmad Khozinudin, S.H.

Proses pengumpulan barang bukti oleh polisi tidak boleh hanya mengarah pada kesimpulan bahwa ijazah Jokowi asli demikian tegas Ahmad Khozinudin, S.H.

Berbagai keterangan, data, dan fakta yang mengarah pada kesimpulan sebaliknya juga wajib diperiksa secara saksama.

Ahmad Khozinudin, S.H. menegaskan bahwa publik menuntut kasus ini harus tuntas tanpa ada kesan tebang pilih atau pilih tebang dalam penegakan hukum.

Semua pihak yang disebut harus diperiksa untuk mendapatkan keadilan yang paripurna bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Mari kita tuntaskan masalah dugaan ijazah palsu ini di era kita dan tidak mewariskan aib ini kepada anak cucu generasi selanjutnya," demikian tulis Ahmad Khozinudin, S.H. di akhir pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung