Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Apa Itu Termul? Istilah yang Dipopulerkan JK untuk Pendukung Setia Jokowi

Repelita.id

21 April 2026 22:30 WIB

[VIRAL] Apa Itu Termul? Istilah yang Dipopulerkan JK untuk Pendukung Setia Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyinggung istilah termul saat membahas perannya dalam mengantarkan Joko Widodo menjadi Presiden pada periode pertama 2014-2019.

Penyebutan istilah ini kembali menarik perhatian publik karena termul belakangan kian sering digunakan dalam diskursus politik nasional, terutama di ruang digital.

ADVERTISEMENT

Pengamat Politik Adi Prayitno menyebut bahwa secara umum publik telah memiliki pemahaman bahwa istilah termul ditujukan kepada pendukung setia Jokowi.

"Secara umum publik tahunya Termul itu sebutan untuk pendukung setia Jokowi. Entah siapa yang mempopulerkan itu yang jelas sangat populer istilah itu di jagad politik belakangan ini," kata Adi saat dihubungi pada Senin (20/4).

Menariknya, Adi mengatakan istilah ini bahkan telah masuk dalam penjelasan berbasis teknologi digital, yakni melalui kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut dia, arti termul jika ditanyakan melalui AI akan muncul penjelasan bahwa istilah tersebut merupakan singkatan dari ternak Mulyono.

Mulyono sendiri merupakan nama kecil Jokowi yang diberikan saat ia lahir di Solo pada 21 Juni 1961.

Nama tersebut kemudian diganti menjadi Joko Widodo karena ia sering sakit-sakitan semasa kecil, yang dalam budaya Jawa dianggap keberatan nama.

"Bahkan kalo tanya AI soal termul akan muncul penjelasannya bahwa termul adalah istilah gaul politik yang merupakan singkatan dari Ternak Mulyono yang digunakan untuk merujuk pada pendukung loyal Jokowi. Mulyono adalah nama kecil Jokowi," jelas Adi.

Dalam konteks yang lebih luas, Adi melihat kemunculan istilah termul bukan fenomena tunggal.

Istilah ini merupakan bagian dari tradisi panjang pelabelan dalam politik Indonesia yang terus berkembang.

Ia menilai ada kecenderungan publik yang terus memproduksi istilah baru untuk menggambarkan kelompok politik tertentu.

Adi berpandangan bahwa istilah termul adalah pergeseran dari istilah cebong dan kampret yang sebelumnya sempat menjadi simbol polarisasi politik.

Cebong dan kampret populer terutama dalam kontestasi pemilu beberapa tahun lalu.

Tak hanya termul, istilah politik lain pun muncul seperti anak abah untuk pendukung Anies Baswedan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pola pelabelan terus berulang dengan bentuk dan sebutan yang berbeda.

"Sepertinya begitu, ada semacam pergeseran sebutan. Di negara ini sangat produktif melahirkan istilah-istilah dalam politik. Dulu ada cebong, kampret, lalu muncul istilah anak abah (untuk pendukung Anies), muncul juga istilah termul, dan lain sebagainya," tandas Adi.

Sebelumnya, JK menyampaikan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang dinilai kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi.

Di tengah isu fitnah yang menyerangnya terkait polemik ijazah, JK kembali menyinggung peran yang ia klaim dalam perjalanan politik Jokowi.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Dalam penjelasannya, JK mengungkap kembali peristiwa politik saat dirinya berperan meyakinkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ia meyakinkan Megawati untuk mengusung Jokowi sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.

Menurut JK, langkah tersebut menjadi titik awal yang membuka jalan bagi Jokowi hingga akhirnya terpilih sebagai presiden.

Ia juga menyebut bahwa pada Pilpres 2014, dirinya maju sebagai calon wakil presiden atas permintaan langsung Megawati untuk mendampingi Jokowi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung