Repelita [Jakarta] - Perhelatan pernikahan megah di Dusun Larangan Desa Ketro Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Jawa Tengah pada Sabtu (8/8/2026) mendadak gempar di media sosial.
Mempelai pria bernama Rico Putra Roberto Syah memboyong deretan hadiah lamaran fantastis saat mempersunting kekasihnya Laella.
ADVERTISEMENT
Mempelai pria menyerahkan kendaraan mewah hingga satu unit alat berat ekskavator yang diangkut menggunakan truk towing berhias pita merah di bawah pengawalan kepolisian.
Latar belakang keluarga mempelai pria yang berasal dari Teguhan Purwodadi merupakan pengusaha sukses di bidang kontraktor dan penyewaan alat berat.
Daftar hantaran mewah tersebut mencakup Jeep Wrangler Rubicon hitam, Honda Brio, sepeda motor Vespa matic, motor trail Kawasaki KLX, hingga perabotan rumah tangga berharga tinggi.
Momen penyerahan kunci armada secara simbolis disaksikan langsung melalui unggahan akun Instagram @ratihdewi_makeup pasca prosesi akad nikah. ratihdewi_makeup
Kalkulasi warganet memprediksi total nilai keseluruhan barang hantaran tersebut menembus angka miliaran rupiah.
Pengguna akun Instagram @aventra_fx08 memberikan rincian taksiran harga dari deretan kendaraan tersebut. aventra_fx08
"Kurang lebih kendaraan udah tembus 4-6M an. Excavator mungkin kelas 0,8 ton ± 100jt an, class 1 ton ±225jt, class 1-3 ton ±400jt, Rubicon 2,251M - 2,5M an, Brio ±200jt an, Vesmet ±50 jt an"
Di lokasi berbeda publik Tapanuli Selatan Sumatera Utara turut dihebohkan oleh prosesi pinangan Putri Hanny Sari Sihombing pada Minggu (12/7/2026).
Gadis asal Desa Bandar Tarutung Kecamatan Angkola Sangkunur tersebut dilamar oleh Surtan Gusnaldi Harahap dengan uang mahar senilai Rp1,5 miliar.
Nilai pinangan fantastis tersebut terdiri atas dana tunai sebesar Rp1 miliar serta logam mulia emas seberat 125 gram.
Mempelai wanita diketahui berstatus sebagai mahasiswi Program Dokter Spesialis Bedah di Universitas Sumatera Utara.
Boru Hombing merupakan putri dari Sulhan Sihombing mantan Kepala Desa Bandar Tarutung serta Sari Alam Nasution mantan kepala sekolah dasar.
Orang tua mempelai wanita enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait kehebohan mahar tersebut demi menjaga ketenangan sang putri.
"Mohon maaf. Anak kita pun udah gak tenang," tulis Sulhan lewat pesan WhatsApp.
Pihak keluarga memohon pengertian publik mengingat maraknya ragam sudut pandang masyarakat di jejaring internet.
"Minta maaf sekali lagi. Anak kita gak bersedia karena merasa terganggu akibat netizen. Memang ada yang mendoakan, ada juga yang negatif. Beragamlah pokoknya," kata Sulhan lagi. (*)Editor: 91224 R-ID Elok