Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Abu Janda Jadi Pembicara Gereja di AS, Kritik dan Polemik Kembali Memanas

Repelita.id

16 May 2026 13:58 WIB

[VIRAL] Abu Janda Jadi Pembicara Gereja di AS, Kritik dan Polemik Kembali Memanas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan dari akun Facebook Daniel Hananya Sinaga II pada Sabtu (2 jam lalu) memantik perhatian publik setelah menyoroti kemunculan Permadi Arya Kusuma alias Abu Janda sebagai pembicara dalam sebuah kegiatan gereja di Amerika Serikat.

Dalam unggahannya, Daniel Hananya Sinaga II menyinggung kehadiran Permadi Arya di Bethany Miracle Center cabang Amerika Serikat dan mengaitkannya dengan sosok kontroversial yang kerap memancing polemik di media sosial.

ADVERTISEMENT

“Hais ini transfer pemain atau apa ini? Pemain paling kontroversial yang satu ini, kesaksian pulak di gereja Bethany cabang USA,” tulis akun tersebut.

Ia juga mengingatkan agar Permadi Arya tidak kembali memunculkan kegaduhan seperti yang pernah dikaitkan dengan tokoh lain dalam berbagai kontroversi sebelumnya.

“Asal jangan bikin gaduh ya Permadi, jangan kayak Saifuddin Ibrahim,” lanjut unggahan itu.

Unggahan tersebut turut memperlihatkan poster kegiatan ibadah bertajuk “2026-Impact-Fullife” dengan subtema “May-Dare To Sacrifice” yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026 di Bethany Miracle Center, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Nama Permadi Arya tercantum sebagai salah satu pembicara bersama Ps Lukas Kusuma dalam beberapa sesi kebaktian yang diumumkan kepada jemaat.

Di waktu yang hampir bersamaan, akun media sosial milik Ibnu Yasin juga mengangkat isu serupa dengan nada kritik yang jauh lebih keras terhadap aktivitas Permadi Arya di lingkungan gereja.

“Si kafir asli atau murtad (jika ia sebelumnya muslim) Permadi Arya alias Abu Janda saat ini berkeliaran memprovokasi gereja-gereja di dalam dan luar negeri,” tulis Ibnu Yasin.

Ia kemudian menuding Permadi Arya memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai kontroversi yang berkaitan dengan agama, politik, hingga isu internasional yang kerap memicu reaksi publik luas.

“Sejak lama membuat gaduh dengan menghina Islam, menghina syariat Islam, menjadi pembela Israel, dan terbaru ia memprovokasi atas pemotongan video pak JK dan ia memprovokasi gereja-gereja agar bersikap terhadap Islam di Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.

Ibnu Yasin juga mempertanyakan kemungkinan adanya proses hukum terhadap Permadi Arya di tengah berbagai laporan yang disebut pernah diajukan sejumlah organisasi masyarakat Islam.

“Apakah Permadi Arya masih seperti di masa si Kaddzab Jokowi bahwa ia masih akan selamat dari berbagai jeratan hukum?” tulisnya.

Menurut Ibnu Yasin, posisi Permadi Arya yang dinilai dekat dengan kelompok pendukung kekuasaan disebut menjadi salah satu alasan dirinya tetap aman dari berbagai polemik hukum yang muncul.

“Sepertinya iya, melihat statusnya sebagai BuzzerRp Prabowo walaupun sebelumnya ia menghina habis-habisan Prabowo dalam video parodinya,” tulis akun tersebut.

Ia juga menilai praktik pragmatisme politik menjadi fenomena yang lumrah dalam dinamika kekuasaan saat ini.

“Ya namanya juga politik, semua adalah kaum pragmatis. Kalau jilat akan selamat,” demikian isi unggahan yang kembali dikutip.

Di akhir pernyataannya, Ibnu Yasin menyinggung adanya laporan dari puluhan organisasi massa Islam yang disebut menyeret nama Permadi Arya bersama sejumlah figur lainnya.

“Dia sudah dilaporkan oleh 40 ormas Islam, bersama Ade Armando dan Grace Natalie,” tulis akun tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung