Repelita Jakarta - Isu panas di balik pintu Istana tengah ramai diperbincangkan, menyusul kabar yang menyeret nama Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Djon Afriandi.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan adanya insiden ketegangan antara sang jenderal dan Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Benarkah Pangkopassus murka usai ditegur oleh Presiden karena masalah jadwal pertemuan?
Menurut narasi yang belum terverifikasi, peristiwa bermula dari agenda pertemuan antara Djon Afriandi dan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung selama 30 menit.
Setibanya di Istana, Djon Afriandi justru diminta menunggu di ruang tamu oleh pihak protokoler, sehingga waktu pertemuannya tersisa sangat sedikit.
Ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerjanya dan melihat sang jenderal masih berada di ruang tunggu, suasana dikabarkan langsung memanas.
Presiden disebut menegur keras Djon Afriandi karena dianggap tidak segera masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Teguran itu bahkan dikabarkan berlanjut hingga ke dalam ruang kerja Presiden dengan nada yang semakin meninggi.
Situasi ini, menurut sumber yang belum terkonfirmasi, memicu emosi Djon Afriandi usai pertemuan selesai.
Setelah dari ruangan, ia disebut keluar dengan muka merah dan langsung mencari seorang ajudan Presiden.
Ajudan yang dikenal dengan julukan bunted tersebut diduga bertanggung jawab atas pengaturan waktu yang kacau.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ajudan yang merupakan juniornya di Kopassus itu langsung ditampar tanpa banyak bicara.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Djon Afriandi maupun pihak Istana terkait kebenaran kejadian tersebut.
Publik pun diimbau untuk tetap kritis dan menunggu klarifikasi resmi di tengah derasnya arus informasi yang belum jelas sumbernya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok