Repelita [Jakarta] - Sorotan publik mengemuka di media sosial terkait tuduhan praktek bagi-bagi jabatan dalam penunjukan posisi strategis di lingkungan pemerintahan.
Sebuah akun media sosial melontarkan kritik keras mengenai dugaan nepotisme dan penyalahgunaan wewenang dalam pengisian jabatan komisaris.
ADVERTISEMENT
Pengguna akun mnbvcxzdfgjytr menuliskan "TIBA-TIBA LEWAT DI TIMELINE GW BAGI BAGI JABATAN BENER" NYATAAAA, MASIH ADA LAGIIII NIHH, ALLAH TUH MAHA ADIL YAA NANTI LIAT AJAAA NERAKA JAHANAMMMMM MENANTI BUAT KALIAN YANG KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISMEEE SIALAAANNN".
Unggahan tersebut menyinggung penunjukan figur berlatar belakang pengusaha kecantikan yang menduduki posisi pengawasan di BUMN.
Netizen menilai kebijakan penunjukan pejabat lebih didasari oleh faktor loyalitas dibandingkan kapabilitas serta rekam jejak profesional di bidangnya.
Pengguna akun puregrind88 menyampaikan "Luar biyasak yak, Beautypreneur loncat langsung ke Komisaris. Biasa ngurus review bedak MBK ama bedak adem, langsung review aspal hotmix. kata Ahok di podcast Helmi Yahya, Wowo ini lebih mentingin loyalitas dibanding kapabilitas. Selama pinter 👅💦 ya lu aman.".
Kritik lain juga mengarah pada fenomena bergabungnya para pelaku usaha ke organisasi pengusaha untuk mengincar posisi jabatan publik semata.
Pengguna akun egyhartonoo menuliskan "Maaf, kalo gue udah kurang simpati sama HIPMI, banyak orang masuk soalnya rata-rata ini tujuannya, bukan mau dunia entrepreneur maju ðŸ˜".
Warganet turut menyoroti kinerja pengawasan infrastruktur jalan tol yang dinilai belum optimal ditangani oleh pejabat terkait.
Pengguna akun unknnnno berkomentar "Dann kenapa harusss ngucapin ulang tahun sih ke penting bangettt. Noh tol jasamarga isinya pelanggaran semua bahaya kecelakaan gapernah ditindakk haduhh". (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads