Berita, Internasional

Trump Terjepit Batas Waktu Perang Iran: 1 Mei 2026 Jadi Hari Penentuan Penarikan Pasukan AS atau Otorisasi Kongres

Repelita.id

25 April 2026 12:12 WIB

Trump Terjepit Batas Waktu Perang Iran: 1 Mei 2026 Jadi Hari Penentuan Penarikan Pasukan AS atau Otorisasi Kongres
Foto: Istimewa

Repelita Washington D.C. - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini berada di ujung tanduk karena aturan hukum domestik yang mengikat mulai membatasi ruang geraknya dalam konflik melawan Iran .

Upaya Trump untuk menaklukkan Teheran nampaknya akan menemui jalan buntu dan justru berpotensi menelan kegagalan strategis terbesar sepanjang sejarah Negeri Paman Sam .

ADVERTISEMENT

Tepat pada 1 Mei 2026, batas waktu 60 hari berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang 1973 akan berakhir, memaksa Trump untuk segera menarik pasukan atau mendapatkan restu Kongres .

Perhitungan mundur ini dimulai sejak Trump secara resmi memberitahukan operasi militer kepada Kongres pada 2 Maret 2026, bukan sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026 .

Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973 hanya mengizinkan seorang presiden mengerahkan pasukan ke luar negeri maksimal 60 hari tanpa persetujuan resmi dari parlemen .

Meskipun Partai Republik sejauh ini solid mendukung Trump dan memblokir lima kali upaya Demokrat untuk menghentikan perang, sinyal penolakan mulai bermunculan dari internal partai sendiri .

Senator John Curtis dari Utah secara terbuka menyatakan tidak akan mendukung aksi militer berkelanjutan di luar jangka waktu 60 hari tanpa izin kongres .

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, Brian Mast dari Florida, yang mengancam dukungan terhadap Trump bisa rontok jika konflik berlarut hingga Mei .

"Mungkin akan ada jumlah suara yang berbeda setelah 60 hari berlalu," ujar Mast mengirimkan sinyal peringatan keras bagi Gedung Putih .

Jika dukungan dari partai sendiri ini runtuh, Trump akan dipaksa mengakhiri konflik atau menghadapi krisis konstitusi yang jauh lebih berbahaya .

Setelah tenggat 1 Mei, Trump secara praktis hanya memiliki tiga pilihan sulit yang tersedia baginya .

Pertama, meminta otorisasi resmi penggunaan kekuatan militer kepada Kongres, langkah yang terakhir kali dilakukan pada tahun 2002 saat invasi ke Irak .

Kedua, mulai mengurangi keterlibatan militer AS secara bertahap atau yang dikenal dengan istilah de-eskalasi .

Ketiga, memberikan diri sendiri perpanjangan darurat 30 hari yang diizinkan undang-undang, namun hanya untuk fasilitasi penarikan pasukan secara aman, bukan untuk melanjutkan serangan ofensif .

Senator Lisa Murkowski dari Alaska dilaporkan sedang menyusun resolusi otorisasi perang melawan Iran, namun hingga kini belum juga diajukan ke lantai sidang .

Jika Trump gagal meyakinkan para anggota parlemen mengenai tujuan, biaya, dan jadwal perang yang jelas, legitimasi untuk terus menekan Teheran akan runtuh total .

Dalam sejarah AS, sejumlah presiden sering berargumen bahwa konstitusi memberikan wewenang luas kepada panglima tertinggi yang tak bisa dibatasi oleh Undang-Undang Kekuasaan Perang .

Presiden Barack Obama pernah melakukan hal serupa pada tahun 2011 saat melanjutkan operasi di Libya melampaui batas 60 hari dengan alasan tidak melibatkan pertempuran berkelanjutan .

Trump sendiri sempat menolak aturan ini saat ia memveto resolusi kongres terkait perang di Yaman pada tahun 2019 .

Ia menilai tindakan kongres sebagai upaya yang tidak perlu dan berbahaya untuk melemahkan wewenang konstitusionalnya sebagai presiden .

Namun mengulangi tindakan tersebut di tengah perang Iran yang berisiko tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada karir politiknya .

Jika Trump nekad melanggar aturan secara terang-terangan, ia tidak hanya akan dihadapkan pada tekanan internasional tetapi juga pemberontakan politik massal di dalam negerinya .

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataan terpisah menegaskan komitmen Washington untuk terus mendukung upaya diplomatik meskipun tekanan hukum semakin membayangi .

Usaha Donald Trump untuk memenangkan perang kini berpacu dengan waktu dan batasan konstitusi Amerika Serikat yang mengikat .

1 Mei 2026 menjadi titik persimpangan yang menentukan apakah pasukan Paman Sam akan terus menghujani Teheran dengan bom atau pulang dengan kegagalan strategis .

Mencari celah hukum lewat otorisasi kongres adalah jalan terjal yang membutuhkan transparansi, sesuatu yang selama ini dihindari oleh Gedung Putih .

Mengabaikan aturan mungkin menjadi godaan besar bagi seorang presiden yang dikenal suka bertindak di luar batas .

Namun harga politik yang harus dibayar jika ketahuan melanggar adalah runtuhnya kredibilitas dan kepercayaan publik tanpa bisa diperbaiki .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung