Berita, Timur Tengah

Trump Sebut Warga Iran 'Binatang', Klaim Serangan Infrastruktur Bukan Kejahatan Perang

Repelita.id

08 April 2026 22:43 WIB

Trump Sebut Warga Iran 'Binatang', Klaim Serangan Infrastruktur Bukan Kejahatan Perang
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut warga Iran sebagai 'binatang' dalam konferensi pers pada Senin, 6 April 2026 waktu setempat.

"Karena mereka binatang," jawab Trump ketika ditanya bagaimana serangan terhadap infrastruktur Iran tidak dianggap sebagai kejahatan perang, seperti dikutip dari laman Middle East Monitor pada Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengklaim bahwa penargetan infrastruktur sipil Iran adalah tindakan yang sah dan bukan merupakan kejahatan perang.

Trump juga menyatakan bahwa kejahatan perang yang sebenarnya adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, seraya mengklaim rakyat Iran justru merasa gelisah jika tidak mendengar suara bom.

"Mereka ingin mendengar bom karena mereka menginginkan kebebasan," kata Trump di Gedung Putih.

Melansir laman The Washington Post, Trump memperingatkan Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu Selasa (7/4/2026) dengan mengatakan "Sebuah peradaban utuh akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi" di Truth Social.

Pernyataan tanpa batas ini membuat para pakar hukum dan mantan pejabat militer khawatir karena ancaman menyerang infrastruktur sipil secara luas dapat menimbulkan risiko hukum.

Mantan pakar hukum perang Angkatan Darat AS di Irak, Geoffrey Corn, mengatakan gaya bicara presiden yang berlebihan menempatkan para komandan operasional dalam posisi yang sangat sulit.

Mantan penasihat hukum Departemen Luar Negeri pada era Obama, Harold Hongju Koh, menyebut hukum humaniter internasional melindungi objek yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil.

Jika ancaman tersebut benar dilakukan, serangan itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang, di mana dalam pemerintahan normal keputusan target serangan biasanya dibuat di tingkat komando tempur bukan langsung oleh presiden.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung