Berita, Timur Tengah

Trump Sebut Kepemimpinan Iran Kacau Balau, Negosiasi Sulit Capai Deal

Repelita.id

02 May 2026 16:07 WIB

Trump Sebut Kepemimpinan Iran Kacau Balau, Negosiasi Sulit Capai Deal
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan komentar pedas terkait rumor perpecahan internal di tubuh pemerintahan Iran di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung antara kedua negara.

Komentar tersebut muncul ketika Trump membahas proposal terbaru yang diajukan oleh pemerintah Iran yang sebelumnya telah ditolaknya mentah-mentah.

ADVERTISEMENT

Ia menuding pemerintah Teheran tidak mampu bernegosiasi secara efektif karena perbedaan sikap di antara para pemimpinnya.

"Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat tidak terkoordinasi," kata Trump dalam pernyataannya yang dikutip CNN pada Jumat, 1 Mei 2026.

"Dengan demikian, mereka semua ingin membuat kesepakatan, tapi mereka semua kacau," ujar presiden AS tersebut melanjutkan analisisnya.

Meskipun melontarkan kritik pedas, Trump secara jujur mengakui bahwa Iran telah membuat sejumlah kemajuan dalam proses negosiasi.

Namun ia mengaku tidak yakin apakah pihak Teheran bisa sampai ke tahap mencapai kesepakatan secara bulat mengingat kondisi internal mereka yang terpecah belah.

Sebelum mengeluarkan komentar ini, Trump juga telah berulang kali menyampaikan pandangan yang sama mengenai kepemimpinan Iran yang dinilai tidak satu suara.

Ia bahkan turut mengemukakan pandangan tersebut ketika mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata antara AS dan Iran beberapa waktu lalu.

Sementara itu isu perpecahan di internal pemerintahan Iran semakin berembus kencang dan mulai dilaporkan oleh berbagai media internasional.

Perpecahan ini terkait erat dengan penanganan perang serta dampaknya terhadap lapangan pekerjaan masyarakat dan kondisi ekonomi negara secara keseluruhan.

Salah satu media yang fokus memberitakan isu Iran, Iran International, melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian bersama ketua DPR Bagher Ghalibaf tengah kesal kepada Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Kekesalan para petinggi negara itu disebabkan karena Araghchi menjalankan perintah dari pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tanpa memberi tahu kedua pemimpin tertinggi tersebut.

Menlu Iran dinilai kurang mampu memposisikan dirinya sebagai pejabat eksekutif yang bertanggung jawab kepada presiden dan parlemen.

Menurut sumber yang mengetahui secara persis permasalahan ini, petinggi Iran menganggap Araghchi tidak lebih dari sekadar kacung atau ajudan Komandan IRGC Ahmad Vahidi.

Sejumlah sumber lain di lingkungan pemerintahan Iran juga mengatakan Araghchi bertindak tanpa menginformasikan perkembangan terbaru kepada Pezeshkian dalam dua pekan terakhir.

Sebaliknya menteri luar negeri tersebut justru memilih berkoordinasi secara erat dan eksklusif dengan Komandan Vahidi tanpa melibatkan jalur resmi pemerintahan.

Jika Araghchi tetap melakukan tindakan yang sama ke depannya, Presiden Pezeshkian disebut-sebut sudah siap untuk memecat menteri luar negerinya tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung