Berita, Timur Tengah

Trump Ancam Bom Berjatuhan Jika Iran Menolak, Dunia Cemas Perang Besar Meledak Lagi?

Repelita.id

21 April 2026 21:32 WIB

Trump Ancam Bom Berjatuhan Jika Iran Menolak, Dunia Cemas Perang Besar Meledak Lagi?
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Alih-alih meredam panasnya konflik jelang berakhirnya gencatan senjata dengan Teheran, Presiden Donald Trump malah melontarkan ancaman keras yang memicu kekhawatiran pecahnya kembali perang terbuka antara AS dan Iran.

Dalam percakapan dengan wartawan PBS News, Trump memperingatkan bahwa banyak bom akan mulai meledak jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sebelum tenggat waktu Selasa malam.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu semakin mempertegas sikap agresif Washington di tengah proses negosiasi damai yang masih abu-abu dan tidak menentu.

Sehari sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox News, Trump bahkan menyebut seluruh negara akan diledakkan jika Teheran menolak untuk menandatangani kesepakatan.

Ia juga mengincar infrastruktur vital Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik sebagai target serangan utama.

Di sisi lain, Trump tetap membuka pintu negosiasi meskipun dengan nada yang sangat keras dan mengancam.

"Saya tidak akan membiarkan mereka memaksa Amerika Serikat untuk membuat kesepakatan yang tidak sebaik yang seharusnya," tulisnya di Truth Social, seperti dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Namun hingga kini, detail dari kesepakatan yang dimaksud masih belum jelas dan penuh dengan spekulasi.

Pemerintah AS bersikukuh bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.

Mereka juga menuntut pembukaan penuh Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Penutupan de facto selat tersebut sejak perang pecah pada 28 Februari telah mengguncang pasar energi global secara signifikan.

Harga minyak melonjak tajam, memberi Iran daya tawar strategis yang sangat berharga di tengah konflik.

Kondisi ini sekaligus memicu respons keras dari AS berupa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump bahkan mengklaim bahwa blokade laut yang dilakukan militer AS itu benar-benar menghancurkan perekonomian Iran.

Ia menegaskan tidak akan mencabut blokade tersebut sebelum kesepakatan damai tercapai dengan Teheran.

Sementara itu, upaya diplomasi masih berjalan di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi.

Delegasi AS dikabarkan bersiap menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan damai.

Pertemuan pertama yang berlangsung selama 21 jam sebelumnya berakhir tanpa hasil yang berarti.

Delegasi tersebut akan kembali dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dalam misi diplomatik ini.

Ia akan didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam rombongan resmi.

Meskipun demikian, partisipasi Iran dalam perundingan masih menjadi tanda tanya besar hingga saat ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa belum ada rencana untuk menghadiri negosiasi.

Namun laporan lain menyebut bahwa delegasi Teheran kemungkinan tetap akan berangkat ke Islamabad.

Perkembangan dalam beberapa jam ke depan akan sangat menentukan arah hubungan kedua negara.

Dunia kini menunggu apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau perang skala penuh benar-benar tak terelakkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung