Berita, Viral Sosmed

Top 5 Yayasan Pemilik Dapur SPPG Disorot, Ribuan Korban Keracunan MBG Tanpa Tersangka di Balik Gurita Yayasan Milik Aparat dan Negara

Repelita.id

09 September 2026 17:49 WIB

Top 5 Yayasan Pemilik Dapur SPPG Disorot, Ribuan Korban Keracunan MBG Tanpa Tersangka di Balik Gurita Yayasan Milik Aparat dan Negara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan di media sosial menyoroti sejumlah yayasan yang disebut menjadi pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi tersebut diunggah oleh akun Threads @zumaahmad9 pada 9 September 2026 dan memuat daftar lima yayasan yang disebut memiliki atau menargetkan pengelolaan sejumlah dapur SPPG.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan tersebut, Yayasan Kemala Bhayangkari disebut memiliki 1.415 dapur, sedangkan Persyarikatan Muhammadiyah disebut memiliki 300 dapur.

Selanjutnya, Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang disebut milik TNI AD tercatat memiliki 452 dapur dengan target mencapai 2.000 dapur.

Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan yang disebut milik Kementerian Pertahanan tercantum memiliki lebih dari 90 dapur.

Sementara itu, Yayasan Adi Upaya yang disebut milik TNI AU tercatat memiliki 80 dapur dengan target mencapai 100 dapur.

Dalam unggahan yang sama, @zumaahmad9 menuliskan, "Pemilik nya ngeri ngeri Pantesan sudah Ribuan korban keracunan, Tapi 0 Tersangka."

Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna Threads yang memperdebatkan keterlibatan yayasan dalam pengelolaan dapur SPPG serta besarnya anggaran yang berkaitan dengan program tersebut.

Akun @mas.gonur memberikan komentar, "Saling berlomba-lomba sedot anggaran 💩"

Akun @arnoldpurwono menulis, "Kalo keracunan rakyat jelata mana bisa nuntut 😌"

Komentar tersebut kemudian ditanggapi oleh @zumaahmad9 dengan kalimat, "Cuma pasrah"

Akun @by.dalf juga memberikan komentar bernada sindiran, "Biar ibu ibu bayangkari ga pada nganggur kan butuh duit juga buat beli hermes"

Di bagian komentar lainnya, akun @punk.rebels menulis, "Nitip sandal ah"

Komentar itu kemudian mendapat balasan dari @zumaahmad9 yang menulis, "New era atau carvil bg?"

Akun @punk.rebels kembali berkomentar, "anti selip + anti maling = Swallow green"

Komentar tersebut kemudian ditanggapi @zumaahmad9 dengan tulisan, "Tapi rawan dicolong bg"

Akun @punk.rebels selanjutnya membalas, "Dispidolin om.. Kalo ilang ya tinggal cari yg sama sizenya😂"

Rangkaian komentar tersebut menunjukkan adanya respons warganet yang tidak hanya membahas daftar yayasan dan jumlah dapur SPPG, tetapi juga menyampaikan kritik serta sindiran terhadap pengelolaan program MBG.

Daftar yang beredar dalam unggahan media sosial tersebut merupakan informasi yang disampaikan oleh akun pengunggah dan komentar para pengguna Threads, sehingga penyebutan jumlah dapur dan kepemilikan yayasan perlu ditempatkan sesuai konteks sumber unggahan.

Perdebatan di ruang publik mengenai pengelolaan SPPG juga berkaitan dengan sorotan terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk laporan mengenai kasus keracunan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.

Dengan demikian, informasi mengenai jumlah dapur dan yayasan yang disebut dalam unggahan tersebut menjadi bagian dari perbincangan publik mengenai transparansi, pengawasan, serta pengelolaan program MBG yang menggunakan anggaran negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung