Berita, Nasional

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Indonesia Kecam Keras dan Desak Investigasi Transparan dari PBB

Repelita.id

01 April 2026 15:36 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Indonesia Kecam Keras dan Desak Investigasi Transparan dari PBB
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) gugur di Lebanon pada Rabu (1/4/2026) di tengah sengitnya konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan yang menimbulkan eskalasi serangan tank dan artileri di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan bahwa segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah hal yang tidak dapat diterima saat menyampaikan sikap resmi PBB terkait insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Pihak Israel membantah tudingan sebagai penyebab langsung kematian prajurit TNI dan menyatakan kesediaannya untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang terjadi di tengah baku tembak yang semakin intens antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Pemerintah Indonesia langsung mengeluarkan kecaman keras atas gugurnya prajuritnya dan menuntut investigasi yang transparan serta menyeluruh, dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan pentingnya perlindungan bagi pasukan perdamaian yang bertugas di zona konflik.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri yang mendorong upaya deeskalasi agar konflik tidak semakin meluas.

Dalam forum Dewan Keamanan PBB, Indonesia mengenang jasa para prajurit yang gugur sekaligus menekankan pentingnya perlindungan pasukan perdamaian yang seharusnya netral dan dilindungi oleh hukum internasional.

Gugurnya prajurit TNI terjadi di tengah perang yang telah berlangsung sejak awal Maret 2026 antara Israel dan Hizbullah yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar dengan lebih dari 1.000 korban jiwa di Lebanon dan lebih dari 1 juta warga mengungsi.

PBB memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi stabilitas regional dan internasional.

Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar pasukan UNIFIL, namun insiden ini memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan prajurit di zona konflik aktif dengan sejumlah pihak di Dewan Perwakilan Rakyat mulai mendorong evaluasi hingga kemungkinan penarikan pasukan demi keselamatan personel.

Gugurnya tiga prajurit TNI menjadi alarm keras bagi dunia internasional bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian menandakan konflik di Lebanon telah melewati batas yang berbahaya dan menuntut tindakan tegas dari PBB dan komunitas global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung