Berita, Hukum

[TERUNGKAP] Motif Senior Hajar Junior: Tak Dihargai, 19 Nama Terlibat, Korban Patah Tulang

Repelita.id

25 April 2026 22:09 WIB

[TERUNGKAP] Motif Senior Hajar Junior: Tak Dihargai, 19 Nama Terlibat, Korban Patah Tulang
Foto: Istimewa

Repelita Manokwari - Motif di balik penganiayaan senior terhadap puluhan siswa SMK Taruna Nusantara Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (22/4/2026) malam akhirnya terungkap.

Polresta Manokwari mengantongi 19 nama senior yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan yang menyebabkan sejumlah korban mengalami patah tulang.

ADVERTISEMENT

"Motifnya ada diduga junior yang masih kelas X, berdasarkan keterangan seniornya tidak menghargai mereka, sehingga terjadilah aksi pemukulan," kata Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir, Sabtu (25/4/2026).

Para korban diarahkan ke sebuah ruangan oleh para senior, lampu kemudian dimatikan sebelum pemukulan terjadi sekitar pukul 20.00 WIT.

Sejauh ini penyidik telah memeriksa 12 orang korban dan masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap korban lainnya pada Senin mendatang.

"Secara prosedural kita sudah periksa kemarin ada 12 orang, namun masih ada korban lain, kita jadwalkan hari Senin," ujar Agung.

Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan menegaskan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur tanpa intervensi pihak luar.

"Kita lakukan saja sesuai prosedur dan tetap profesional untuk menangani kasus ini," katanya.

Penanganan kasus ini tetap memperhatikan ketentuan hukum anak karena para pelaku masih berstatus pelajar.

Para korban telah menjalani visum untuk keperluan penyelidikan, menyusul laporan adanya siswa yang mengalami patah tulang akibat pemukulan.

Salah satu siswa kelas X korban, AS, mengaku dipukul dari belakang kepala lalu dihajar menggunakan doka atau besi di depan wajahnya.

“Kita lagi belajar persiapan ulangan tiba-tiba sekitar 40 orang masuk, saya kena pukul awal dari belakang kepala lalu di hajar pakai doka di depan,” kata AS.

AS mengaku tidak mengetahui kesalahan apa yang dilakukan hingga dirinya dan sekitar sepuluh siswa lain yang sedang belajar mandiri di dalam kelas menjadi sasaran amuk para senior.

Kepala SMK Taruna Nusantara Kasuari, Yusuf Ragainaga, mengatakan sebanyak 60 siswa yang diduga terlibat telah dikeluarkan dari sekolah.

“60 siswa sudah kita keluarkan tadi mereka keluar dengan koper,” kata Yusuf.

Pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan di asrama, mulai dari peran guru, pamong, hingga petugas keamanan.

“Evaluasi ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kejadian serupa terulang,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba mempersilakan orang tua korban menempuh jalur hukum dan menegaskan pelaku harus diproses sesuai aturan perundang-undangan.

“Pelaku dalam insiden ini harus diproses dan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Dan pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatan yang dilakukan,” kata Barnabas.

Puluhan orang tua siswa yang anaknya menjadi korban sempat menerobos pagar sekolah karena gerbang ditutup saat mereka hendak masuk.

“Pendidikan karakter seperti apa begini, kita punya darah daging diperlakukan begini,” cetus salah satu orang tua murid.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung