Berita, Nasional

Tere Liye Kritik MBG: Cuma 700 Kalori, Mana Mungkin Anak Tumbuh?

Repelita.id

05 May 2026 13:08 WIB

Tere Liye Kritik MBG: Cuma 700 Kalori, Mana Mungkin Anak Tumbuh?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah kritikan tajam dilontarkan oleh penulis terkenal Tere Liye di akun media sosialnya pada tanggal 5 Mei 2026 terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Tere Liye mempertanyakan secara terbuka mengenai kualitas dari seorang pejabat yang mengklaim dirinya sebagai profesor namun memberikan menu makanan dengan kandungan kalori yang sangat rendah bagi anak-anak Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya yang langsung viral, Tere Liye menyebut bahwa program tersebut hanya memberikan makan satu kali dalam sehari selama enam hari dengan jumlah kalori paling mentok hanya mencapai 700 kalori.

Padahal menurut perhitungan gizi yang benar, kebutuhan kalori harian untuk anak-anak seharusnya berada di kisaran 2000 kalori agar dapat menunjang proses pertumbuhan tubuh yang optimal.

Tere Liye kemudian mempertanyakan bagaimana mungkin anak-anak bisa mencapai postur tubuh yang tinggi dan gagah jika hanya diberi makan satu kali sehari dengan porsi yang sangat minim tersebut.

Ia juga menyoroti kondisi di rumah masing-masing anak, mempertanyakan apa yang mereka makan ketika orang tua mereka bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu dari waktu ke waktu.

Tere Liye lantas membandingkan kondisi Indonesia dengan negara-negara Asia yang sukses seperti Jepang dan China dimana anak-anak mereka tumbuh tinggi karena pendapatan orang tua benar-benar naik secara pesat.

Data yang dipaparkan oleh Tere Liye menunjukkan bahwa pada tahun 1997, pendapatan per kapita China masih berada di bawah Indonesia, namun kini pada tahun 2026 pendapatan per kapita Indonesia hanya sepertiganya dari China.

Di Jepang, rata-rata gaji minimum mencapai sekitar Rp500 juta per tahun, sementara di Indonesia nominal yang sama harus didapatkan selama 2000 bulan atau setara dengan lebih dari 166 tahun.

Tere Liye dengan nada sinis menyebut perbandingan tersebut sebagai sesuatu yang absurd seperti ngalah-ngalahin Lailatul Qadr dalam hal kelangkaan dan kemustahilannya.

Menurutnya, ketika penghasilan orang tua mengalami kenaikan pesat maka tanpa program MBG sekalipun generasi berikutnya akan otomatis menjadi lebih tinggi dan lebih gagah.

Tere Liye kemudian mengecam keras pihak-pihak yang mengklaim menu MBG yang seupil itu sebagai makanan bergizi dengan protein tinggi dan kalori mencapai 700 hanyalah sebuah khayalan atau halu belaka.

Ia secara spesifik menyebut nama Dadan sebagai pihak yang dimintai untuk mulai bercermin dan menyadari bahwa program yang diklaim hebat tersebut jauh dari kata memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung