Repelita Jakarta - Penulis terkenal Tere Liye melontarkan kritik tajam terhadap tingkat kepuasan masyarakat Indonesia kepada pemerintah yang dinilainya tidak didasari literasi politik yang memadai.
Dalam pernyataannya yang diunggah pada Jumat, 24 April 2026, ia mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen rakyat akan menjawab puas terhadap siapapun yang memerintah.
ADVERTISEMENT
Bahkan jika seorang anak SMA sekalipun yang menjadi presiden, mayoritas rakyat tetap akan mengatakan puas menurut pengamatannya.
Fenomena ini telah terjadi sejak Indonesia mulai memilih presiden secara langsung pada tahun 2004 tanpa terkecuali.
Tere Liye menjelaskan bahwa realitas pahit ini disebabkan oleh rendahnya literasi politik di kalangan penduduk Indonesia.
Rakyat Indonesia cenderung mudah menerima, mudah melupakan, dan terbiasa memuliakan serta membungkuk di depan pemimpinnya demikian tegas penulis tersebut.
Hanya sekitar 20 persen penduduk Indonesia yang kritis dan keras menyuarakan pendapatnya di media sosial.
Sisanya yang merupakan mayoritas rakyat bahkan tidak peduli dengan berita dan perkembangan politik hari ini.
Tere Liye menyatakan bahwa ia tidak akan lelah mengedukasi banyak orang agar persentase penduduk kritis bisa naik menjadi 50 persen.
Jika target itu tercapai, situasi bangsa Indonesia bisa berubah secara signifikan menuju arah yang lebih baik.
Ia mengajak publik untuk mulai mempertanyakan definisi sejahtera yang selama ini kerap menjadi bahan tipuan.
Setiap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke berhak memiliki gaji 10 hingga 20 juta rupiah per bulan.
Namun realitas selama berpuluh tahun menunjukkan bahwa hanya kalangan elit negeri yang menikmati penghasilan tinggi.
Tere Liye mengungkapkan bahwa ada lebih dari 120.000 penduduk Indonesia dengan rekening tabungan di atas Rp5 miliar.
Sementara mayoritas rakyat lainnya bahkan tidak memiliki tabungan sama sekali menurut data yang ia kutip.
Inilah gunanya Indonesia merdeka dan memiliki negara, yaitu untuk menjamin kesejahteraan seluruh rakyat tanpa kecuali.
Tere Liye mengingatkan bahwa kesejahteraan rakyat adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya.
Ia mengajak publik untuk berhenti memuja-muja pemimpin dan mulai menagih janji kesejahteraan dengan tegas.
"Pak, Ibu, kapan kami punya gaji 10-20 juta sebulan. Bapak, Ibu tidak bisa memenuhinya, 2029 saya milih yg lain," demikian tegas Tere Liye mengutip aspirasi rakyat.
Rakyat adalah pemilik mutlak negeri ini, bukan keluarga-keluarga elit yang setiap hari menipu dengan pencitraan proyek-proyek memperkaya teman dan kelompoknya sendiri menurut penutup pernyataan Tere Liye.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok