Repelita Washington - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak seorang jenderal penting di tubuh militernya, yakni Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A George, untuk segera pensiun dari jabatannya.
Narasumber yang berbicara dalam kondisi anonim kepada stasiun televisi Columbia Broadcasting System menyebut bahwa Hegseth menyampaikan desakan tersebut kepada Jenderal Randy pada hari Kamis (2/4/2026).
ADVERTISEMENT
Hegseth yang menyandang julukan menteri perang adalah menteri pertahanan yang kerap dipuji oleh Presiden AS Donald Trump.
Namun narasumber itu tidak menyebutkan alasan pasti di balik desakan agar Jenderal Randy segera pensiun di saat yang bersamaan Presiden Trump justru memerintahkan tentara AS untuk berperang melawan Iran.
CBS mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa Hegseth menginginkan seseorang yang akan mengimplementasikan visi dirinya dan Trump untuk Angkatan Darat, demikian diberitakan oleh ArabNews yang menukil laporan AFP.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa Jenderal Randy akan segera pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS yang ke-41.
Kami mendoakan yang terbaik untuk masa pensiunnya, ujar Parnell melalui unggahan di akun media sosial X miliknya.
Jenderal Randy A George bukanlah jenderal aktif pertama yang menjadi korban dari ambisi Presiden Trump di tubuh militer AS.
Pada bulan Februari 2025, Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu juga mencopot Marsekal Charles Quinton Brown Jr dari jabatannya sebagai Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS.
Trump juga pernah mencopot komandan Badan Keamanan Laut AS, petinggi Badan Keamanan Nasional, serta perwira Angkatan Laut AS yang ditugaskan di Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Jenderal Randy bergabung dengan Angkatan Darat AS pada tahun 1982 sebagai awal karier militernya.
Pria kelahiran Iowa pada 1 November 1964 itu masuk Akademi Militer Amerika Serikat atau West Point pada tahun 1984, lalu empat tahun kemudian dilantik menjadi perwira infanteri.
Dalam masa pengabdian selama sekitar empat dasawarsa, Randy pernah ikut dalam Operasi Badai Gurun pada Perang Teluk I.
Ia juga berkali-kali ditugaskan di Irak dan Afghanistan serta menempati berbagai jabatan strategis di lingkungan militer.
Sebelum memimpin Angkatan Darat AS, Jenderal Randy menjabat sebagai wakil kepala staf angkatan darat.
Pada tanggal 21 September 2023, peraih Medali Purple Heart tersebut dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat AS.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok