Berita, Nasional

Temui Jokowi di Solo, Rismon Sianipar Terbitkan Buku Otentikasi Ijazah Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Ilmiah

Repelita.id

17 June 2026 21:50 WIB

Temui Jokowi di Solo, Rismon Sianipar Terbitkan Buku Otentikasi Ijazah Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Ilmiah
Foto: Istimewa

Repelita [Solo] - Pakar digital forensik Rismon Sianipar mendatangi kediaman pribadi mantan Presiden Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Kedatangannya bertujuan menyerahkan naskah buku bertajuk Otentikasi Ijazah Jokowi sebagai upaya ilmiah dalam meluruskan tuduhan ijazah palsu yang selama ini mencuat.

ADVERTISEMENT

Rismon memastikan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan inisiatif pribadinya dan bukan bagian dari kesepakatan restorative justice yang telah membebaskan dirinya dari status tersangka.

“Bukan. Nggak ada itu yang dikatakan pesanan,” ungkapnya saat memberikan keterangan.

Langkah ini diambil Rismon sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan Jokowi yang memilih memaafkan dirinya melalui mekanisme penyelesaian perkara di luar pengadilan.

“Sebagai wujud rasa terima kasih saya atas kebesaran hati Pak Jokowi bahwa saya selama ini big mistake. Saya memperbaikinya sesuai kaidah ilmiah. Ini akan diterbitkan dan didistribusikan sebagai pertanggungjawaban saya pada dunia ilmiah,” jelasnya.

Buku ini secara spesifik membantah argumen dalam buku Jokowi’s White Paper yang sebelumnya disusun Rismon bersama dua rekan lain yang masih terjerat proses hukum.

Ia menyebut analisis yang digunakan dr. Tifauzia Tyassuma dalam karya terdahulu tidak memiliki relevansi ilmiah dan didasarkan pada data yang meragukan.

“Apa yang dikatakan Bu Tifa Bayesian tidak cocok 92 persen menyesatkan publik. Di samping itu Bayesian bukan teknologi terkini. Apalagi data ujinya berdasarkan chatbot,” urainya.

Rismon juga menjelaskan bahwa bukunya berisi analisis komparatif citra wajah Presiden Jokowi dengan membandingkan data figur publik lain untuk mendapatkan hasil otentik.

“Di sini bab 10 pencocokan citra wajah bagaimana analisa saya foto Pak Jokowi muda di ijazah dan setelah jadi presiden. Saya bandingkan foto Pak Prabowo. Saya uji coba juga foto figur publik 30 tahun kemudian, Pak SBY, Luhut Binsar, dan Anies Baswedan,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa karya ini merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang akademisi untuk meluruskan kekeliruan analisis yang pernah ia buat sebelumnya.

“Itu inisiatif saya dari awal, moral duty. Untuk membuktikan bahwa saya salah saya tulis buku. Jangan dicibir di media sosial tanpa berani menunjukkan tulisannya,” tandasnya.

Saat ini, naskah tersebut masih melalui tahapan administratif dan proses produksi agar dapat segera diterbitkan secara resmi dengan nomor ISBN. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung