Berita, Nasional

Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Kebayoran Lama Diselidiki, Nama Almarhum Jenderal Suryo Turut Terseret

Repelita.id

08 August 2026 01:04 WIB

Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Kebayoran Lama Diselidiki, Nama Almarhum Jenderal Suryo Turut Terseret
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Nama almarhum Jenderal Suryo ikut terseret menyusul temuan 995 pucuk senjata api di area sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dugaan penimbunan barang berbahaya tersebut diungkap oleh Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum mantan Ketua Yayasan Indra Wargadalem.

ADVERTISEMENT

Alhadid yang menjabat Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin mengklaim ratusan senjata itu milik organisasinya dan mengantongi izin resmi kepolisian.

Keberadaan ratusan senjata di lingkungan pendidikan diklaim sebagai sarana persiapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dan olahraga panahan.

"Airsoft tersebut merupakan stok untuk persiapan ekskul menembak dan panahan dari sekolah, yang akan dilaksanakan dan telah diketahui pada tahun 2021 bersama dengan Jenderal Suryo, Pembina Yayasan," jelas Alhadid.

Akses menuju lokasi penyimpanan senjata disebut terputus sejak area gudang dikuasai faksi lain pada April 2026.

Izin mengambil sisa persediaan baru diperoleh pada akhir Juli 2026 atas permintaan Bambang Prajuritno bersama Untung Sangaji.

Penjemputan senjata urus batal lantaran lokasi sasaran sudah dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri.

"Gudang kami di sana (sekolah swasta) sudah dikuasai sejak bulan April, oleh pihak-pihak yang tidak berhak dan kami pun tidak boleh masuk."

"Sampai pada akhir Juli lalu, Bambang Prajuritno dan Untung Sangaji menghubungi kami, menyuruh kami untuk mengambil barang kami, tapi ketika staf saya sampai di sana pintu sudah dibuka ada polisi dan TNI," jelasnya.

Sosok Jenderal Suryo sendiri diketahui merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI yang pernah memimpin maskapai Mandala Airlines dan wafat pada 2022.

Penemuan ratusan senjata berawal saat pengurus baru membuka ruangan bekas pimpinan lama untuk keperluan operasional siswa pada 10 Juli 2026.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Untung Sangaji menyebut barang bukti yang ditemukan memiliki potensi bahaya tinggi bagi keselamatan.

"Namun, tiba-tiba ketika kita membuka kepentingan untuk sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata."

"Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur," ungkap Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji.

Kuasa hukum yayasan Hermawanto menegaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

"Kami laporkan itu karena ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat," ungkap kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan bergerak cepat menerbitkan Laporan Polisi Model A guna memulai rangkaian penyidikan.

AKP Joko Adi Wibowo membenarkan tindakan hukum awal telah dijalankan oleh jajaran penyidik di lapangan.

"Sebelum adanya laporan polisi dari masyarakat, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah ditemukannya kejadian tersebut," ujar Joko.

"Terhadap perkara saat ini pada tahap penyelidikan," imbuhnya.

Selain senpi, petugas menemukan barang bukti lain berupa rekaman video asusila serta paket narkotika jenis ganja dan sabu.

Tudingan adanya agenda ekstrakurikuler menembak dibantah keras oleh Hermawanto berdasarkan penelusuran kesaksian para tenaga pengajar.

"Berdasarkan informasi dari para guru yang sudah lama di sini, di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," kata Hermawanto kepada wartawan di lokasi.

Aktivitas pembongkaran fasilitas disengaja berlangsung di luar jam kegiatan belajar agar suasana sekolah tetap kondusif.

"Semua berjalan baik, kegiatan belajar mengajar tidak terganggu karena pembongkaran dilakukan pada sore hingga malam hari, di luar jam sekolah," kata Hermawanto.

Pihak pengurus baru menggaransi seluruh barang bukti telah disita polisi dan tidak mengetahui asal usul masuknya Senpi tersebut.

"Pengurus baru tidak mengetahui keberadaan senjata itu, bagaimana masuknya dan siapa yang bertanggung jawab, kami tidak tahu, ruangan tersebut sebelumnya dikelola pengurus lama yang telah kami berhentikan," ujarnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung