Berita, Nasional

Teddy Gusnaidi Sentil Ex Ketua BEM UGM: Hanya Bisa Maki-maki dan Tidak Berani Debat di Podcast

Repelita.id

16 June 2026 17:22 WIB

Teddy Gusnaidi Sentil Ex  Ketua BEM UGM: Hanya Bisa Maki-maki dan Tidak Berani Debat di Podcast
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, melontarkan kritik pedas terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan gencar mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Teddy mengklaim pihaknya telah mencoba mengundang Tiyo untuk beradu argumentasi secara langsung dalam forum diskusi podcast yang dipandunya, namun ajakan tersebut tidak membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

“Tentu, tentu kita sudah pernah undang ya. Tim cumi-cumi itu sudah pernah mengundang Tio dan beberapa aktivis mahasiswa. Tapi ya itu, mereka tidak bersedia,” ungkap Teddy, Selasa (16/6/2026).

Menurut Teddy, ketidakhadiran aktivis mahasiswa dalam ruang diskusi formal disebabkan oleh ketidaksiapan mereka dalam mempertahankan argumen di depan publik.

“Mereka tidak bersedia ya wajar karena mereka tahu kalau datang ke cumi-cumi, apalagi kayak Tiyo yang cuma bisa maki-maki, lalu membuat kepanjangan-kepanjangan, lalu apa namanya, sinis-sinisan gitu kan, tentu mereka tidak mungkin akan berhadapan di podcast OTT,” tuturnya.

Ia membandingkan sikap Tiyo dengan pengalaman saat menghadirkan ketua BEM periode sebelumnya yang dinilai tidak memahami esensi dari isu yang mereka suarakan.

“Ya karena mereka sudah pernah melihat pendahulu mereka, ketua BEM sebelumnya ya, ketika di podcast, kelihatan lah, ya sama sekali tidak tahu apa yang mereka sampaikan selama ini, ternyata mereka sama sekali tidak tahu,” ucap Teddy.

Teddy juga menyoroti pengalaman diskusi dengan sejumlah pimpinan organisasi mahasiswa lainnya yang menurutnya kerap kebingungan saat diberikan pertanyaan balik.

“Lalu ada juga ya pimpinan-pimpinan mahasiswa gitu kan, yang coba lihat tadi apa, podcast OTT di cumi-cumi, bagaimana mereka kelabakan padahal saya tidak pernah menyerang,” tegasnya.

“Saya hanya mengembalikan pertanyaan mereka, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang harus mereka sampaikan,” tambahnya.

Berdasarkan pengalamannya berdebat di berbagai stasiun televisi nasional, Teddy meragukan kedalaman pemahaman Tiyo terhadap kebijakan pemerintah yang selama ini dikritiknya.

“Begitupun ya, pasti si Tiyo sudah melihat bagaimana ketika saya di TV One, di Kompas TV, ya berhadapan dengan senior-senior mereka dulu, gitu kan, yang ternyata sama seperti Tiyo,” bebernya.

Ia menegaskan sejak awal tidak menaruh harapan tinggi bahwa Tiyo akan menerima tantangan diskusi tersebut karena kurangnya basis pemikiran yang kuat.

“Jadi tidak mungkin, makanya ketika saya tanya bagaimana, mau si Tiyo? Nah, nggak mau bang, gitu kan, yaudah memang saya tahu, dia tidak mungkin akan masuk ke podcast yang men-challenge pemikirannya,” tegasnya.

“Karena dia tidak memiliki pemikiran atau narasi-narasi perjuangan yang benar, gitu kan,” imbuhnya.

Teddy menyimpulkan bahwa gaya komunikasi Tiyo selama ini hanya mengedepankan sinisme dan makian tanpa solusi atau gagasan yang berdasar.

“Karena yang dilakukan selama ini hanyalah memaki-maki, menyebarkan sinisme dan membuat kepanjangan dari istilah-istilah seperti MBG,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung