Berita, Timur Tengah

Tak Ada Kompromi Bagi "Penghianat" Presiden Iran Pezeshkian: Kami Tidak Akan Tunduk pada Tekanan AS, Rakyat Iran Tolak Kekerasan

Repelita.id

21 April 2026 20:12 WIB

Tak Ada Kompromi Bagi "Penghianat" Presiden Iran Pezeshkian: Kami Tidak Akan Tunduk pada Tekanan AS, Rakyat Iran Tolak Kekerasan
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Di tengah banyaknya ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan intervensi militer, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas mengatakan bahwa negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan.

Dia menyebut bahwa perlakuan Amerika Serikat selama ini tidak konstruktif dan cenderung mengarah pada pemaksaan kehendak.

ADVERTISEMENT

"Menghormati komitmen adalah dasar dari dialog yang bermakna," tulis Pezeshkian di akun media sosial X pada Selasa (21/4/2026).

Tak hanya itu, dia juga menambahkan bahwa Iran sudah mengenal betul tabiat AS sebagai negara yang tidak bisa dipercaya.

Kesimpulan ini berdasarkan pengalaman pahit selama dua tahun terakhir dalam berbagai perundingan.

Perundingan kedua negara pada tahun 2025 dan 2026 selalu berujung pada pengkhianatan oleh pihak Amerika Serikat.

Para pejabat AS, menurut Pezeshkian, hanya bisa menggunakan tekanan dan kekerasan terhadap Iran tanpa solusi damai.

"Ketidakpercayaan historis yang mendalam di Iran terhadap perilaku pemerintah AS tetap ada, sementara sinyal yang tidak konstruktif dan kontradiktif dari para pejabat AS membawa pesan pahit; mereka menginginkan Iran menyerah. Rakyat Iran tidak akan tunduk terhadap kekerasan," kata Pezeshkian.

Jelang berakhirnya masa gencatan senjata, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan sekutunya.

Mojtaba bersumpah bahwa pihaknya akan memberikan kekalahan telak kepada Amerika maupun Israel dalam setiap pertempuran yang terjadi.

Pernyataan ini semakin menambah tensi panas yang sudah membakar di kawasan strategis Selat Hormuz.

"Angkatan laut Iran siap untuk memberikan kekalahan telak kepada musuh-musuhnya," katanya dikutip dari kanal YouTube pada Minggu, 19 April 2026.

Ia menegaskan bahwa tentaranya kini berdiri dalam barisan yang rapat dan teguh, bahu membahu dengan para pejuang lain di angkatan bersenjata.

Mereka telah berhadapan langsung dengan dua kekuatan utama dari kubu arogansi internasional.

"Mereka telah bertempur melawan dua kekuatan utama dari barisan yang angkuh dan berhasil menunjukkan kelemahan serta kehinaan lawan di mata dunia," tegas pemimpin tertinggi Iran tersebut.

"Sebagaimana pesawat nirkabel (drone) militer yang menyambar para penjahat Amerika dan Zionis Israel bak kilat," sambungnya.

"Angkatan laut yang gagah berani juga kini bersiap memberikan kekalahan baru yang menyakitkan bagi musuh-musuhnya," timpal dia lagi.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya tidak mencari perang dan hanya bertindak untuk membela diri.

Ia menegaskan bahwa tindakan militer Iran semata-mata untuk merespons agresi yang dilancarkan oleh AS dan Israel.

Disitat dari Al Jazeera, Pezeshkian menuding AS dan Israel menargetkan infrastruktur sipil secara membabi buta.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Pezeshkian juga menilai serangan itu sebagai bukti nyata standar ganda dalam hak asasi manusia.

“Kami tidak menyerang negara mana pun, dan dalam situasi saat ini kami tidak bermaksud menyerang pihak mana pun, dan kami hanya membela diri secara sah,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

“Jangan sampai ada yang mengatakan bahwa Iran mencari perang. Sebaliknya, kami cinta damai dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah. Sama seperti setiap manusia bereaksi terhadap agresi, suatu bangsa juga membela diri terhadap serangan," sambungnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung