Berita, Nasional

Tak Ada Gunanya Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 M, Eks Kader PSI: Dia Tidak Punya, Hanya Penyetaraan Luar Negeri

Repelita.id

22 August 2026 22:27 WIB

Tak Ada Gunanya Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 M, Eks Kader PSI: Dia Tidak Punya, Hanya Penyetaraan Luar Negeri
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perkembangan penggalangan dana sayembara pelacakan dokumen pendidikan milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai perhatian publik.

Inisiatif pengumpulan dana yang diinisiasi oleh pakar hukum tata negara Denny Indrayana dikabarkan telah menembus nominal Rp2 miliar.

ADVERTISEMENT

"Hadiah Sayembara Ijazah SMA/Sederajat Gibran tembus Rp 2 Miliar," tulis Denny Indrayana melalui unggahan di akun X pribadinya.

Denny menjelaskan bahwa proses penggalangan tersebut kini dilakukan secara lebih transparan seiring tingginya antusiasme masyarakat.

"Sekarang sudah saya kampanyekan lebih terbuka, karena banyak yang ingin partisipasi membantu," ujarnya.

Sistem partisipasi publik yang diterapkan tidak mewajibkan penyerahan uang secara langsung melainkan dalam bentuk komitmen.

"Bagi yang ingin ikut menyumbang, silakan japri saya. Nama bisa kami rahasiakan, dana tidak perlu ditransfer, cukup komitmen. Kecuali ijazah SMA/sederajat Gibran memang ditunjukkan," ungkap dia.

Di sisi lain mantan kader PSI Ade Armando memberikan klarifikasi mengenai riwayat studi putra sulung Presiden Jokowi tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa Gibran memang tidak pernah mengenyam pendidikan tingkat menengah atas di dalam negeri.

“Kita semua harus tahu Gibran memang tidak pernah lulus SMA di Indonesia," kata Ade Armando dalam tayangan video di akun Instagram pribadinya.

"Dia tidak punya ijazah SMA karena dia mengikuti proses pendidikan sekolah menengah di luar negeri yang setara dengan SMA di Indonesia," ujar Ade Armando.

Perjalanan akademik Gibran tercatat dimulai dari Orchid Park Secondary School di Singapura pada kurun waktu 2002 hingga 2004.

Studi dilanjutkan ke UTS Insearch Sydney Australia sepanjang 2004 sampai 2007 sebelum menempuh jenjang perguruan tinggi.

Gibran kemudian menuntaskan pendidikan di Management Development Institute of Singapore yang bekerjasama dengan University of Bradford pada 2007 hingga 2010.

Ade memastikan kualifikasi pendidikan luar negeri tersebut telah memperoleh pengakuan resmi dari kementerian terkait.

“Ya setara, dan itu ditetapkan melalui surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ungkapnya.

"Kementerian konsisten dengan jawabannya sehingga sebenarnya secara hukum tak ada lagi keraguan tentang jenjang pendidikan sekolah menengah yang pernah diikuti Gibran," jelas Ade Armando mengakhiri penjelasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung