Berita, Nasional

Syukur Mandar Sindir Elite Pertontonkan Kebodohan di Ruang Publik

Repelita.id

14 October 2026 20:38 WIB

Syukur Mandar Sindir Elite Pertontonkan Kebodohan di Ruang Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik Syukur Mandar menyoroti perilaku elite negeri ini yang dianggap mempertontonkan kebodohan di ruang publik.

Pernyataan itu disampaikan Syukur Mandar dalam unggahan kanal YouTube SIANKAYBOI yang merujuk video lengkap dari Sinkos Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menurut Syukur, sikap genit Mahkamah Konstitusi membuat pekerjaan rumah republik ini tidak pernah selesai.

Elite negeri sibuk mengurus jabatan, bukan membicarakan solusi bagi persoalan bangsa.

Pendidikan semakin buruk, kesehatan ikut menurun, dan daya beli masyarakat terus melemah.

Namun elite tidak membicarakan hal itu. Mereka hanya membahas posisi, siapa yang layak menjadi wakil presiden, dan sejenisnya.

Syukur menegaskan sikapnya terhadap Gibran dan Jokowi tetap tegas. Namun soal norma, negara ini adalah negara hukum.

Ia menilai Mahkamah Konstitusi tengah bermain api. Dari sisi legal standing, lembaga itu tidak berwenang menilai perkara ijazah Gibran.

Namun secara normatif, Mahkamah Konstitusi pernah dimanipulasi menjadi alat politik untuk mendorong perkara tersebut.

“Rakyat kini menyadari bahwa elite republik ini sedang menghancurkan republik. Sampai kapan kita harus menyaksikan orang-orang ini mempertontonkan kebodohan di ruang publik?” tegas Syukur Mandar.

Ia mempertanyakan berapa lama kabinet yang sudah bengkak ini akan bertahan. Bahkan disebutnya lebih dari bengkak, melainkan obesitas.

Koalisi kabinet ini dinilai sebagai koalisi elite partai, bukan koalisi rakyat, dan bukan untuk kesejahteraan atau kemakmuran.

Reposisi dan reshuffle kabinet menurut Syukur hanya menyampaikan pesan bahwa Presiden Prabowo menegaskan, “Pak Jokowi, hati-hati sedikit, saya yang jadi presiden sekarang.”

Pesan kesejahteraan dan kemakmuran justru tidak terlihat. Yang ada hanya perpindahan jabatan.

Yang dibutuhkan adalah mengisi posisi dengan orang jujur dan dapat dipercaya. Meski kader partai, mereka harus memiliki integritas, karakter, dan moral agar mampu menjadi pemimpin serta asisten presiden tanpa menyusahkan rakyat maupun presiden.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung