Repelita [Jakarta] - Kiprah Sufmi Dasco Ahmad dalam panggung politik nasional kian menyita perhatian publik lantaran konsistensinya berada di pusaran ragam pemecahan persoalan krusial.
Pimpinan parlemen tersebut berulang kali mengambil peran vital sebagai penyambung lidah antara lini eksekutif, jajaran partai, dunia bisnis, serta elemen kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
Gaya kepemimpinan yang bertumpu pada perintisan komunikasi lintas sektor ini selaras dengan konsep Network Society yang digagas sosiolog Manuel Castells.
Melalui kacamata teoretis tersebut, kekuasaan politik era modern tak lagi berpusat mutlak pada kekakuan birokrasi, melainkan pada penguasaan jalinan relasi.
Tokoh yang menempati posisi sentral simpul komunikasi atau network hub memiliki kapasitas memengaruhi keputusan karena menjadi lintasan utama lalu lintas informasi.
Dasco dinilai berhasil memainkan fungsi pemutus kebuntuan dalam skema pemerintahan koalisi yang kerap melibatkan benturan kepentingan antarpihak.
Pendekatan ini sejalan pula dengan pemikiran Ronald Burt mengenai Structural Holes, di mana figur pembuat jembatan antarkelompok memegang kendali strategis dalam koordinasi.
Kehadiran simpul komunikasi yang responsif memang berpotensi mempercepat penyelesaian gesekan politik serta meningkatkan efisiensi tata kelola negara.
Kendati demikian, ketergantungan sistemik pada satu sosok berisiko memunculkan pemusatan figur jika tidak diimbangi dengan penguatan kelembagaan secara menyeluruh. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok