Berita, Viral Sosmed

Sudaryono Dicecar Soal Sisa MBG, Jawabannya “Iya Semua atau Tidak Semua” Bikin DPR Bertanya-tanya

Repelita.id

21 September 2026 21:34 WIB

Sudaryono Dicecar Soal Sisa MBG, Jawabannya “Iya Semua atau Tidak Semua” Bikin DPR Bertanya-tanya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadi sorotan setelah mendapat pertanyaan mengenai makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak habis dikonsumsi siswa.

Persoalan tersebut berkaitan dengan potensi food waste apabila terdapat peserta didik yang menolak makanan atau tidak menghabiskan porsi yang telah disediakan.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Sudaryono menjelaskan bahwa penerapan MBG di sekolah negeri untuk sementara menggunakan mekanisme “iya semua atau tidak semua.”

Artinya, apabila sebuah sekolah memutuskan menerima program MBG, seluruh siswa di sekolah tersebut akan mendapatkan makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Sebaliknya, apabila program itu hendak ditolak, keputusan tersebut berlaku secara keseluruhan dan harus didasarkan pada kesepakatan pihak sekolah bersama seluruh wali murid.

Penjelasan Sudaryono kemudian memunculkan pertanyaan lain mengenai makanan yang telah dikirim apabila sebagian siswa ternyata tidak mengonsumsinya.

Komisi IX DPR mempertanyakan bagaimana penanganan makanan tersebut, apakah akan dikembalikan, dialihkan kepada pihak lain, atau justru berakhir sebagai makanan yang terbuang.

Persoalan sisa makanan menjadi perhatian karena distribusi MBG tidak hanya berkaitan dengan penerimaan makanan oleh siswa, tetapi juga bagaimana makanan yang tidak dikonsumsi dapat ditangani.

Informasi mengenai pembahasan tersebut diunggah akun Threads @corongnetizenindonesia pada 21 September 2026 dalam tiga bagian unggahan.

Dalam unggahan pertama, akun tersebut menyoroti pertanyaan kepada Sudaryono mengenai nasib makanan MBG yang tidak dihabiskan siswa serta mekanisme penerimaan program di sekolah negeri.

Pada unggahan berikutnya, dijelaskan bahwa keputusan menerima atau menolak MBG harus dilakukan berdasarkan kesepakatan sekolah bersama seluruh wali murid.

Sementara itu, BGN menyebut sebanyak 1.653 sekolah telah dicoret dari daftar penerima MBG.

Layanan program tersebut selanjutnya disebut akan lebih diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Unggahan tersebut juga mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna Threads terkait pelaksanaan program MBG dan tugas yang harus dijalankan pihak sekolah.

Akun @armanda.geraldy memberikan komentar, “saking pinternya jadi goblok.”

Sementara akun @jalu.jampang menyertakan akun @sudaru_sudaryono dan menulis, “ ini kau yang suruh guru² supaya bisa bertanggungjawab dengan tugas tambahan seperti ini?”

Pembahasan tersebut memperlihatkan adanya perhatian terhadap mekanisme penerimaan MBG di sekolah serta penanganan makanan yang tidak dikonsumsi siswa. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung