Berita, Timur Tengah

Strategi Matikan AIS, Tanker Super Iran Lolos Blokade AS dan Menuju Perairan Indonesia

Repelita.id

04 May 2026 16:32 WIB

Strategi Matikan AIS, Tanker Super Iran Lolos Blokade AS dan Menuju Perairan Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kapal supertanker raksasa milik Iran, HUGE (9357183), berhasil lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan saat ini tengah berlayar menuju perairan Indonesia .

Strategi yang digunakan Iran cukup sederhana tetapi efektif, yakni mematikan sistem AIS atau sistem identifikasi otomatis sejak keberangkatan .

ADVERTISEMENT

Kapasitas angkut kapal ini mencapai lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai total hampir 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun .

Kapal tersebut diketahui telah mematikan sinyal pelacakannya sejak 20 Maret 2026 saat meninggalkan Selat Malaka menuju Iran .

Selama lebih dari sebulan kapal ini menghilang dari pantauan radar sebelum akhirnya terdeteksi kembali di lepas pantai Sri Lanka .

Saat ini supertanker HUGE dilaporkan tengah melintasi Selat Lombok dan bergerak menuju Kepulauan Riau .

Data dari TankerTrackers.com mengonfirmasi bahwa kapal ini merupakan milik National Iranian Tanker Company (NITC) .

Keberhasilan ini menjadi pukulan telak bagi klaim AS yang sebelumnya menyebut blokade di Selat Hormuz "sangat berhasil" .

Bahkan media pemerintah Iran mengklaim setidaknya 52 kapal, termasuk 31 tanker minyak, berhasil melewati blokade dalam 72 jam .

Namun di sisi lain, militer AS menyatakan telah mencegat atau memaksa sekitar 41 kapal terkait Iran untuk berbalik arah .

Kapal supertanker ini bukan satu-satunya yang berhasil menembus blokade AS menuju Indonesia .

Kapal kedua bernama DERYA (9569700) dilaporkan juga melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau .

Kapal tersebut sebelumnya gagal mengirimkan 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April .

Kapal DERYA diketahui melanjutkan perjalanan ke selatan pada saat kapal-kapal saudaranya di area yang sama diminta putar balik oleh Angkatan Laut AS .

Secara total, sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran pada bulan April 2026 .

Dari jumlah tersebut, tujuh kapal diminta putar balik oleh pasukan AS, sedangkan dua kapal lainnya disita .

Sisanya dinyatakan telah sampai di tujuan maupun di titik pertemuan yang dimaksudkan .

Iran sendiri telah memberlakukan aturan maritim baru di Teluk dan Selat Hormuz sebagai respons langsung terhadap serangan AS dan Israel .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia mengenai masuknya dua supertanker Iran ke perairan Nusantara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung