Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial senior mencium adanya rancangan sistematis untuk melengserkan kepala negara yang merujuk pada hasil riset lembaga survei tertentu.
Analisis tersebut disampaikan melalui rekaman video yang diunggah lewat akun X pribadinya saat menanggapi anjloknya tingkat kepuasan publik.
ADVERTISEMENT
"Kemarin beredar di sosial media survei dari SMRC yang mengatakan, kini kalau sebelumnya Desember 2015 itu 80 persen afirmasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo, kalau sekarang tinggal 51," kata Iwan dikutip Senin (27/7/2026).
Lembaga survei bersangkutan dituding memiliki agenda terselubung guna menggiring opini masyarakat agar menolak kepemimpinan yang sedang berkuasa.
"Kita paham sendiri, Mujani memang mengajak orang menurunkan Prabowo," ujarnya.
Potensi pergolakan politik diprediksi mulai dimobilisasi dalam waktu dekat melalui serangkaian aksi unjuk rasa massa di berbagai wilayah.
"Saya mengindikasikan kalau ada rencana, ada strategi menjatuhkan Presiden Prabowo itu bulan Agustus. Bulan depan," imbuhnya.
Pengunduran diri petinggi bank sentral turut dibaca sebagai salah satu pertanda dinamika politik yang patut diwaspadai.
Meski demikian, dukungan penuh tetap diberikan kepada pemerintah untuk melakukan pembersihan total terhadap cengkeraman jaringan oligarki ekonomi.
"Jaringan oligarki memang mereka ingin, rakyat Indonesia ini mereka aja yang ratusan orang itu kaya raya. Rakyat susah, masuk dalam lingkaran setan ekonomi yang susah tumbuh. Demikian yang selalu ada," ungkapnya.
"Kalau saya mendukung Presiden Prabowo total football, karena memang arahnya jelas sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 yang ingin ditegakkan," terangnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok