Berita, Nasional

Soal Materai Ijazah UGM 1985, Andi Azwan Tantang Klaim Dokter Tifa dengan Contoh Dokumen Lulusan Seangkatan Jokowi

Repelita.id

06 August 2026 18:03 WIB

Soal Materai Ijazah UGM 1985, Andi Azwan Tantang Klaim Dokter Tifa dengan Contoh Dokumen Lulusan Seangkatan Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Joman Nusantara Bersatu Andi Azwan secara terbuka menantang keabsahan klaim Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengenai ciri fisik bea meterai pada ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada tahun 1985.

Langkah tersebut diambil guna mematahkan spekulasi yang disebarkan Dokter Tifa mengenai keaslian dokumen kelulusan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Andi membawa bukti konkret berupa spesimen ijazah milik rekan seangkatan Jokowi yang menyelesaikan studi di periode wisuda yang sama pada tahun tersebut.

"Saya bahas sesuatu ini sebetulnya sudah lama dan sudah beberapa kali kita bahas," kata Andi, Rabu (5/8/2026).

Penjelasan Dokter Tifa yang mengharuskan ijazah otentik UGM era 1985 membubuhkan meterai merah Rp500 dinilai Andi tidak berdasar serta mengabaikan riwayat gelombang kelulusan kampus.

Ia menerangkan bahwa pelaksanaan wisuda di UGM sepanjang tahun 1985 terbagi dalam empat tahap, di mana Jokowi dan rekan angkatan 1980 tidak masuk dalam gelombang pertama bulan Februari.

Contoh ijazah yang dijadikan acuan oleh Dokter Tifa disebutnya berasal dari pelantikan lulusan periode Mei 1985.

Guna menyanggah narasi tersebut, Andi memperlihatkan dokumen pembanding milik alumni angkatan 1980 yang diwisuda pada bulan yang sama namun menempelkan meterai merah pecahan Rp100.

"Saya punya contoh di bulan yang sama. Ini angkatannya Pak Jokowi yang tercepat. Masuknya 1980, berarti masih materai merah. Nominalnya itu seratus, bukan lima ratus," ujarnya.

Tak hanya itu, Andi juga mematahkan tuduhan Dokter Tifa yang menyebut bahwa meterai hijau Rp100 hanya dipakai khusus bagi lulusan tingkat sarjana muda.

"Kalau dia katakan materai hijau Rp100 itu hanya untuk sarjana muda, itu bohong besar," kata Andi.

Tantangan bukti fisik ini dilayangkan untuk merespons metode analisis Dokter Tifa yang mengaku bisa menguji keaslian dokumen hanya melalui pengamatan kasat mata.

"Ijazah itu gampang. Mau dibuktikan palsu atau asli itu gampang, enggak usah pakai Labfor, dengan kasat mata," ujar Tifa.

Dokter Tifa sebelumnya mengklaim bahwa kesimpulannya diperoleh dari hasil penelusuran mandiri bersama timnya selama 450 hari dengan merujuk pada buku alumni UGM.

Namun, keberadaan contoh dokumen lulusan seangkatan yang dihadirkan Andi Azwan menjadi tandingan kuat atas seluruh klaim visual tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung