Arab Saudi, Berita

Situasi Makin Tegang Iran Serang Kapal AS dan UEA, Putra Mahkota Saudi Angkat Bicara

Repelita.id

05 May 2026 16:57 WIB

Situasi Makin Tegang Iran Serang Kapal AS dan UEA, Putra Mahkota Saudi Angkat Bicara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan menegang setelah Iran secara resmi melancarkan serangan terbuka terhadap kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab yang tengah berlayar di jalur perairan strategis Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026.

Serangan mendadak yang dilakukan oleh rezim Teheran ini langsung memicu kekhawatiran global yang mendalam, termasuk dari Kerajaan Arab Saudi yang selama ini berperan sebagai penengah stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil bekerja keras mencegat sejumlah ancaman serius yang datang dari wilayah Iran, tepatnya di sekitar titik rawan Selat Hormuz.

Ancaman yang diluncurkan oleh militer Iran tersebut meliputi 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang semuanya diduga ditembakkan dari pangkalan-pangkalan milik Republik Islam Iran di pesisir teluk.

Meskipun sebagian besar ancaman berhasil ditangkal oleh sistem pertahanan yang canggih milik UEA, insiden tersebut tetap menyebabkan tiga orang awak kapal mengalami luka sedang yang langsung mendapat perawatan medis intensif.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan ketat sebagai bagian dari upaya menjaga jalur pelayaran internasional tetap aman.

Namun ketegangan semakin meningkat setelah Iran juga dilaporkan menargetkan kapal Angkatan Laut AS yang tengah berpatroli, yang kemudian dibalas dengan tindakan penghancuran terhadap enam perahu kecil milik Iran.

Menanggapi situasi yang terus memanas tersebut, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman akhirnya angkat bicara secara resmi di hadapan publik internasional.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Saudi, ia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas eskalasi kekerasan di Selat Hormuz yang dapat memicu perang kawasan.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga mengecam keras serangan Iran terhadap UEA dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed.

Ia menegaskan dukungan penuh Arab Saudi terhadap keamanan dan kedaulatan negara tetangganya tersebut yang tengah menghadapi agresi dari luar.

Arab Saudi juga turut mendukung upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia yang menghubungkan produsen minyak Teluk dengan pasar global.

Serangan Iran ini juga memicu kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional yang tidak ingin melihat konflik meluas.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dengan tegas menyebut serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang mengancam perdamaian.

Negara seperti Bahrain juga menilai eskalasi ini berbahaya dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.

Ketegangan semakin kompleks setelah negosiasi antara Washington dan Teheran mengalami kebuntuan sejak gencatan senjata awal April 2026.

Upaya damai yang dimediasi oleh Pakistan hingga saat ini belum menghasilkan kesepakatan konkret yang bisa ditandatangani kedua belah pihak.

Dengan situasi yang terus memanas, dunia kini menanti langkah konkret dari para pemimpin global untuk meredakan konflik di Selat Hormuz.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung