Berita, Nasional

Singgung soal Pernyataan Londo Ireng, Fernando Emas Sebut Prabowo Antikritik Dan Ragukan Pemerintahan Bertahan Hingga 2029

Repelita.id

27 July 2026 22:01 WIB

Singgung soal Pernyataan Londo Ireng, Fernando Emas Sebut Prabowo Antikritik Dan Ragukan Pemerintahan Bertahan Hingga 2029
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik nasional melontarkan kritik pedas terhadap gaya kepemimpinan kepala negara yang dinilai semakin alergi terhadap kritik publik.

Sikap reaktif tersebut terlihat jelas melalui berbagai ungkapan bernada permusuhan yang ditujukan kepada insan pers, pengamat, serta kelompok pegiat masyarakat sipil.

ADVERTISEMENT

Pernyataan kontroversial yang kerap diumbar penguasa disinyalir memicu perpecahan serta mencederai sendi-sendi demokrasi di tanah air.

"Pernyataan tersebut semakin menunjukkan bahwa Prabowo anti terhadap kritik yang diberikan terhadap pemerintahannya serta membuat permusuhan terhadap wartawan, pengamat dan LSM," ujar Fernando dalam keterangannya, dilansir jpnn, Senin (27/7).

Kualitas kebebasan berpendapat dipandang mengalami kemunduran drastis akibat watak kekuasaan yang cenderung alergi pada koreksi eksternal.

"Hal ini semakin menunjukkan kualitas demokrasi di Indonesia dan terjadinya kemunduran pada pemerintahan Prabowo Subianto," tegasnya.

Retorika memecah belah yang dilontarkan pucuk pimpinan dikhawatirkan menumbuhkan rasa saling curiga di antara sesama komponen bangsa.

"Seharusnya Prabowo Subianto sadar bahwa pernyataannya tersebut berpotensi memecah-belah anak bangsa dan saling curiga antara satu dengan yang lain," kata Fernando.

Kerapuhan fondasi kekuasaan disinyalir menjadi alasan utama rezim bersikap defensif dan terlalu mengandalkan sokongan aparat militer.

Aliansi politik yang dibangun selama ini pun dibaca berjalan setengah hati akibat manuver para elite partai yang mengincar kepentingan jangka panjang.

Alih-alih merangkul seluruh golongan demi persatuan nasional, gaya komunikasi penguasa justru menciptakan musuh baru di berbagai lini.

Masa depan pemerintahan yang berjalan bahkan diragukan mampu bertahan hingga akhir periode apabila pola pengelolaan kekuasaan tidak segera dievaluasi (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung