Repelita Jakarta - Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pemajakan kapal asing yang melintas di Selat Malaka mendapat tentangan keras dari dua negara tetangga.
Singapura dan Malaysia secara tegas menolak ide tersebut yang dinilai sepihak dan melanggar prinsip hukum laut internasional.
ADVERTISEMENT
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyatakan bahwa jalur transit melalui Selat Malaka dan Singapura harus tetap gratis untuk semua pihak.
“Hak transit dijamin untuk semua orang. Kami tidak akan berpartisipasi dalam upaya apa pun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan tarif di wilayah sekitar kami,” kata Balakrishnan dalam wawancara dengan CNBC di Singapura pada Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegur keras Menkeu Purbaya dengan pernyataan yang lebih blak-blakan.
Ia menekankan bahwa Selat Malaka bukan hanya milik Indonesia, melainkan dikelola bersama oleh empat negara.
Keempat negara yang dimaksud adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Segala sesuatu yang dilakukan di Selat Malaka harus melibatkan keempat negara. Tidak bisa dilakukan secara sepihak,” tegas Mohamad Hasan dalam sebuah forum di Kuala Lumpur.
Pernyataan ini dikutip oleh The Straits Times pada Kamis (23/4/2026).
Mohamad Hasan juga mengungkapkan bahwa keempat negara memiliki kesepahaman kuat dalam menjaga status Selat Malaka sebagai jalur pelayaran bebas.
Ide pemajakan yang dilontarkan Purbaya disebutnya tidak hanya asbun (asal bunyi) tetapi juga berbahaya bagi stabilitas kawasan.
Wacana ini muncul setelah Purbaya menyatakan ketertarikannya pada skema pungutan yang diterapkan Iran di Selat Hormuz.
Ia menyebut skema tersebut bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor maritim.
Namun publik Indonesia khususnya warganet di media sosial ramai-ramai mengecam pernyataan Menkeu tersebut.
Akun X @txtfromIR misalnya menyindir bahwa pejabat seharusnya tidak asbun atau melempar pernyataan tidak penting sekalipun hanya bercandaan.
“Efeknya gak main-main bro,” tulis akun tersebut mengomentari dampak dari pernyataan kontroversial Purbaya yang viral ke media internasional.
Warganet lainnya menyebut kualitas pernyataan menteri kali ini sangat tidak berwawasan luas dan memalukan di mata dunia.
Purbaya sebelumnya memang dikenal sering melontarkan ide-ide kontroversial di tengah tekanan defisit anggaran yang membayangi pemerintahan Prabowo.
Namun kali ini idenya kandas sebelum matang karena mendapat tentangan terbuka dari Singapura dan Malaysia yang notabene mitra dagang penting Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memberikan tanggapan resmi terkait kecaman dari kedua negara tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok