Berita, Internasional

Sindiran Iran untuk Eropa: Cabut Sanksi Jika Ingin Bantuan Pendingin Ruangan Hadapi Gelombang Panas

Repelita.id

04 July 2026 16:45 WIB

Sindiran Iran untuk Eropa: Cabut Sanksi Jika Ingin Bantuan Pendingin Ruangan Hadapi Gelombang Panas
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Iran melayangkan tawaran bantuan bernada sindiran kepada negara-negara Eropa yang tengah berjuang menghadapi ancaman gelombang panas ekstrem.

Melalui akun resmi Kedutaan Besar Iran di Turki, Teheran menyarankan agar sanksi internasional terhadap mereka segera dicabut.

ADVERTISEMENT

Langkah ini dinilai sebagai prasyarat utama agar Iran dapat mengirimkan pasokan unit pendingin ruangan ke Benua Biru tersebut.

Iran mengklaim memiliki kapabilitas industri serta kapasitas produksi yang memadai untuk mengatasi krisis suhu tinggi.

Pernyataan resmi tersebut diunggah pada platform X: "Kami memiliki keahlian, kapasitas produksi, dan siap membantu jika Eropa juga siap membantu dirinya sendiri."

Pihak Teheran menegaskan bahwa meski sempat terisolasi oleh sanksi selama bertahun-tahun, mereka justru berhasil mengoptimalkan teknologi pendingin dalam negeri.

Dalam cuitannya, mereka menambahkan: "Iran telah berhasil mengembangkan dan memproduksi sendiri pendingin ruangan dengan teknologi dalam negeri. Kami memiliki keahlian, kapasitas produksi, dan siap membantu—jika Eropa juga bersedia membantu dirinya sendiri."

Gelombang panas yang terjadi saat ini dikategorikan oleh para pakar sebagai salah satu fenomena meteorologi paling parah sepanjang sejarah Eropa.

Suhu di berbagai titik wilayah terpantau melonjak hingga melampaui angka 40 derajat Celsius.

Dampak mematikan mulai terasa dengan catatan 3.700 kematian berlebih yang tersebar di Prancis, Belgia, serta Belanda.

Otoritas terkait di negara-negara tersebut memperingatkan bahwa angka korban jiwa bisa terus mengalami eskalasi.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pihak Eropa mengenai tawaran bantuan yang datang dari Teheran tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung