Berita, Nasional

Sidang Kasus Suap Bea Cukai Ungkap Pertemuan Rahasia Dirjen Djaka Budi Utama Dengan Bos Blueray Cargo Di Hotel

Repelita.id

20 May 2026 20:43 WIB

Sidang Kasus Suap Bea Cukai Ungkap Pertemuan Rahasia Dirjen Djaka Budi Utama Dengan Bos Blueray Cargo Di Hotel
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Fakta persidangan dalam perkara dugaan tindak pidana gratifikasi bernilai puluhan miliar rupiah di lingkup kepabeanan nasional mengungkap adanya agenda pertemuan rahasia antara pemegang otoritas tertinggi birokrasi dengan pihak korporasi logistik swasta.

Keberadaan pertemuan tertutup tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh mantan pejabat intelijen penindakan kepabeanan yang dihadirkan di hadapan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada paruh Mei dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Saksi memberikan keterangan di bawah sumpah untuk pembuktian perkara tiga berkas dakwaan atas nama pimpinan tertinggi korporasi ekspedisi ilegal beserta jajaran manajer operasional serta penanggung jawab dokumen impor perusahaan terkait.

Jaksa penuntut dari lembaga antirasuah mendalami kronologi koordinasi nonformal di salah satu hotel mewah kawasan Jakarta Pusat yang diduga berlangsung pada pertengahan tahun lalu melalui serangkaian pertanyaan kunci.

Perwira penegak hukum mempertanyakan instruksi pengkondisian kedatangan pihak pengusaha dengan mengajukan interogasi berupa “Jadi disampaikan bahwa tadi ‘kamu hubungi Pak John supaya nanti datang ke Hotel Borobudur’,” kepada saksi.

Mantan pejabat intelijen penindakan tersebut membenarkan adanya instruksi dari atasannya dan menyimak penegasan jaksa mengenai keterlibatan jajaran direksi kepabeanan melalui pertanyaan “Nanti ketemu sama Pak Dirjen Pak Djaka kemudian Pak Rizal sama Pak Sisprian, begitukah,” di ruang sidang.

Saksi menceritakan bahwa dirinya sempat dipertanyakan mengenai substansi pembicaraan oleh pihak pengusaha, namun ia berdalih tidak mengetahui skenario utama di balik instruksi pengumpulan para pihak tersebut.

Keterbatasan informasi mengenai maksud agenda di hotel tersebut disampaikan saksi di hadapan majelis dengan menyatakan “Saya kurang paham mungkin mau kenalan mungkin atau seperti apa saya bilang gitu kan, saya kurang paham juga saya kan enggak tahu saya cuma suruh menghubungi saja,” dari kursi pemeriksaan.

Meskipun jadwal awal pertemuan sempat mengalami keterlambatan hingga beberapa jam dari waktu yang direncanakan, saksi mengonfirmasi bahwa pertemuan eksklusif antara pucuk pimpinan bea cukai dan bos kargo tetap terlaksana.

Penuntut umum mencoba merinci jumlah partisipan aktif yang berada dalam satu ruangan tertutup melalui pertanyaan spesifik berupa “Memang di pertemuan itu hanya enam mata. Ada Pak Jaka, ada Pak Rizal, ada Pak John, tanpa ada Pak Sisprian di momen itu,” di depan majelis.

Mendengar rincian formasi pertemuan yang dibacakan oleh penuntut lembaga antirasuah tersebut, saksi langsung memberikan konfirmasi lisan dengan menjawab singkat “Iya,” secara tegas.

Sebelumnya, jajaran pimpinan korporasi logistik swasta didakwa telah menggelontorkan dana suap ekstrabesar berupa valuta asing serta fasilitas rekreasi premium demi memuluskan operasional kepabeanan barang impor mereka.

Nama pemimpin tertinggi direktorat bea dan cukai kementerian keuangan turut terseret dalam berkas dakwaan primer karena diduga ikut menghadiri rangkaian komunikasi awal bersama para pengusaha kargo ilegal tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung