Repelita Jakarta - Nama Letjen Djon Afriandi mendadak ramai menjadi perbincangan publik usai dikabarkan menampar seseorang dari lingkungan Istana yang diduga bernama Teddy Indra Wijaya.
Aksi yang sebelumnya sempat dibantah oleh pihak Kopassus itu tetap menjadi topik hangat yang viral di berbagai platform media sosial.
ADVERTISEMENT
Apalagi sosok Teddy merupakan salah seorang yang paling dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan roda pemerintahan.
Teddy yang juga memiliki latar belakang militer saat ini didapuk sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dengan pangkat terakhir letnan kolonel.
Djon Afriandi sendiri merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang sejak 10 Agustus 2025 menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus atau Pangkopassus.
Pria kelahiran 14 Juni 1972 itu merupakan lulusan terbaik Akademi Militer sekaligus penerima penghargaan Adhi Makayasa untuk angkatan tahun 1995.
Ayahnya juga merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan jabatan terakhir sebagai jenderal bintang tiga di Kopassus.
Memiliki darah Bengkulu-Minangkabau, Djon lahir dari pasangan Mayjen (Purn) Afifuddin Thaib dan Surja Bhakti.
Sebelum menjabat sebagai Panglima Kopassus, Djon sebelumnya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI.
Ia pernah menjabat sebagai Danmentar Akmil pada periode 2022-2023, kemudian Staf Khusus Kasad pada 2023-2024, serta Danjen Kopassus pada 2024-2025.
Perlu diketahui bahwa Pangkopassus merupakan sebutan baru untuk jabatan yang sebelumnya dikenal sebagai Danjen Kopassus.
Pada peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia ke-79 tahun 2024 di Monas, Djon mendapat kehormatan untuk bertugas sebagai Komandan Upacara.
Selain itu, Djon juga telah menerima sejumlah tanda kehormatan atas prestasi dan jasanya baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Sebelumnya, jagat media sosial memang dihebohkan dengan beredarnya narasi yang menyebut Teddy Indra Wijaya ditampar oleh seorang jenderal TNI di lingkungan Istana.
Isu tersebut mulai ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Threads @jhonjonay dan menyebar luas dengan cepat.
"Dengar informasi si bunted digampar ya? Issuenya dia digampar sama Sjafrie," tulis unggahan tersebut.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan telah terjadi ketegangan saat Pangkopassus dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
Akun tersebut menuliskan bahwa Pangkopassus sempat menunggu cukup lama di ruang tunggu meskipun telah memiliki jadwal resmi.
Disebutkan pula bahwa Presiden Prabowo kemudian keluar dari ruangannya dan menegur situasi yang terjadi saat itu.
Setelah itu, narasi liar tersebut mengklaim telah terjadi insiden penamparan terhadap pihak protokoler Istana.
Pihak protokoler itu kemudian dikaitkan dengan sosok Teddy Indra Wijaya yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
"Singkat cerita, keluar ruangan dengan muka merah Djon Afriandi langsung cari si bunted, dan begitu ketemu tanpa basa-basi langsung digampar sambil bilang kamu anak kecil mainin saya hah!," tulis narasi tersebut.
Menanggapi isu yang berkembang dengan cepat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) langsung memberikan klarifikasi resmi.
Klarifikasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @penkopassus, pada hari yang sama.
Dalam unggahannya, Kopassus menegaskan bahwa kabar yang beredar luas tersebut adalah berita bohong atau hoaks.
"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dan pihak protokoler," tulis akun tersebut pada Selasa (21/4/2026).
Kopassus juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Menurut mereka, narasi yang beredar sengaja dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memancing kegaduhan.
Narasi itu juga dinilai berbahaya karena berpotensi merusak soliditas internal lembaga negara.
"Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid. Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah soliditas internal institusi negara," demikian pernyataan Kopassus.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok