Repelita [Jakarta] - Analis politik dan intelijen pertahanan, Selamat Ginting, menilai ada pihak di dalam lingkaran istana yang perlu segera dibersihkan guna menyelamatkan posisi pemerintahan dari berbagai manuver politik yang merugikan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul dinamika tata letak tempat duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak lagi bersisian langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna.
ADVERTISEMENT
Perubahan posisi protokoler tersebut dinilai bukan sekadar urusan teknis birokrasi, melainkan sebuah sinyal komunikasi politik nonverbal yang sarat akan makna tafsir kekuasaan.
Menurutnya, terdapat hipotesis bahwa situasi ini sengaja diciptakan oleh oknum tertentu di lingkungan istana untuk memicu narasi seolah-olah sang wakil presiden sedang mengalami tekanan politik atau dizalimi.
Strategi penciptaan simpul simpati publik semacam itu diidentifikasi sebagai bagian dari pola lama yang kerap dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan basis pendukung fanatik di tengah masyarakat.
Selain itu, keberadaan pejabat warisan rezim terdahulu di dalam struktur kesekretariatan negara turut dituding menjadi salah satu celah yang memicu keretakan relasi harmonis antara kepala negara dan wakilnya.
Oleh sebab itu, pembersihan total terhadap sisa-sisa pengaruh kekuasaan masa lalu di lingkungan istana menjadi langkah krusial yang harus segera diambil menjelang evaluasi dua tahun masa kepemimpinan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok