Berita, Nasional

Selamat Ginting: Safari Politik Jokowi dan Gibran Lewat PSI Bangun Poros Tandingan untuk Menandingi Pemerintahan Prabowo

Repelita.id

03 July 2026 23:43 WIB

Selamat Ginting: Safari Politik Jokowi dan Gibran Lewat PSI Bangun Poros Tandingan untuk Menandingi Pemerintahan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik Selamat Ginting menilai rangkaian safari politik yang dilakukan mantan Presiden Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia merupakan langkah strategis untuk mengukuhkan pengaruh yang disebutnya sebagai Jokowi Isme.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Jokowi untuk tetap menjaga eksistensi dan daya tarik politik di tengah dominasi arah kebijakan ekonomi yang kini diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain dia ingin menjadi pemain kembar juga. Maka dengan safari politik yang Jokowi lakukan bersama PSI, otomatis perhatian media dan publik akan tertuju juga kepada Jokowi, ungkap Selamat melalui kanal YouTube Abraham Samad pada Jumat (3/7/2026).

Selamat menyoroti bahwa Jokowi secara cerdik memanfaatkan kekosongan ruang interaksi dengan masyarakat domestik yang belum sepenuhnya diisi oleh agenda kerja Presiden Prabowo.

Ia secara khusus mengkritik frekuensi lawatan luar negeri yang dilakukan Prabowo, yang dinilai berpotensi mengaburkan perhatian pemerintah terhadap permasalahan mendesak di dalam negeri.

Ceruk itulah yang sekarang diambil oleh Jokowi, tegasnya.

Selain manuver Jokowi, konsolidasi politik serupa juga dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui serangkaian kunjungan rutin ke berbagai wilayah.

Sekarang Gibran rutin berkunjung ke daerah-daerah. Dalam konteks tertentu ini bisa menjadi ancaman politik bagi Prabowo. Karena itu kritik ini harus dijawab oleh Prabowo dengan lebih banyak hadir di dalam negeri, bukan terus-menerus ke luar negeri. Rakyat membutuhkan kehadiran pemimpinnya, paparnya.

Dinamika ini menandai terbentuknya tiga poros kekuatan utama menjelang kontestasi politik mendatang, yakni poros kekuasaan Prabowo, poros Jokowi-Gibran, serta poros oposisi yang dimotori oleh PDIP dan basis pendukung Anies Baswedan.

Oposisi paling tidak terdiri dari PDIP dan kelompok pendukung Anies Baswedan. Masing-masing sedang membangun poros politiknya agar dianggap kuat, pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung