Repelita Jakarta - Partai Ummat merasa heran sekaligus menyayangkan kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dinilai terlalu cepat bereaksi ketika melakukan take down atau pembatasan konten video kanal YouTube Amien Rais Official yang membahas tentang Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya .
Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, menyoroti bahwa dalam hitungan jam setelah video tersebut diunggah, kontennya sudah langsung dibatasi dan tidak bisa diputar lagi oleh pengguna internet di seluruh wilayah Indonesia .
ADVERTISEMENT
Menurut Taufik, tindakan yang dilakukan oleh Komdigi tersebut dinilai sangat tidak konsisten apabila dibandingkan dengan berbagai konten hoaks lainnya yang bertebaran liar di berbagai platform media sosial selama ini .
“Misalnya ya, itu kata Pak Qodari Kepala Bakom RI, sumber kutipan Pak Amien Rais dari konten hoax, tapi sampai sekarang konten di YouTube berjudul “Lagu Mengapa Harus Teddy” dari kanal Musik Liar Indonesia, hingga hari ini masih saja tayang,” ungkap Taufik dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026 .
Ia kemudian menegaskan bahwa jika Kementerian Komdigi benar-benar konsisten ingin melindungi masyarakat agar tidak termakan oleh berita bohong atau hoaks, maka seharusnya semua konten berbahaya ditangani dengan cepat tanpa terkecuali .
“Tapi kenyataannya, Pak Amien Rais dan 200 ribuan masyarakat lainnya sudah menonton. Jadi gimana ya, saya bilang nggak becus mungkin ya, banyak sekali konten-konten hoax bertebaran di medsos, tapi kok nggak gercep, giliran konten Pak Amien Rais yang jelas jelas menyuarakan kegelisahan publik atas rumor yang beredar langsung tuntas hari itu juga dan dituduh hoax,” bebernya dengan nada kecewa .
Taufik Hidayat berharap ke depan agar Kementerian Komdigi mau banyak berbenah diri dengan memanfaatkan anggaran yang besar serta peralatan canggih yang telah tersedia di tubuh kementerian tersebut .
Ia mendorong agar Komdigi fokus memberantas konten-konten hoaks dan konten yang merusak masyarakat seperti judi online (judol), konten pornografi, konten terorisme, konten kekerasan, serta berbagai modus penipuan digital lainnya yang selama ini meresahkan .
Menurut Taufik, jika pemerintah mau jujur pada diri sendiri, banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan berbagai modus di media sosial hingga uang mereka raib dalam jumlah yang tidak sedikit .
Belum lagi konten-konten negatif yang perlahan namun pasti merusak mental generasi penerus bangsa yang sangat rentan terhadap pengaruh buruk dari dunia maya .
“Seharusnya Komdigi fokus di situ, jangan sampai jadi alat kekuasaan,” pungkas Sekjen Partai Ummat tersebut dengan nada menohok .
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik pedas yang dilontarkan oleh Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat tersebut .
Editor: 91224 R-ID Elok