Berita, Nasional

Sayembara Ijazah SMA Gibran Naik Jadi Rp 300 Juta, Denny Indrayana Sebut Layak Mundur Jika Tak Ada Dokumen

Repelita.id

16 August 2026 20:03 WIB

Sayembara Ijazah SMA Gibran Naik Jadi Rp 300 Juta, Denny Indrayana Sebut Layak Mundur Jika Tak Ada Dokumen
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polemik terkait keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas di ruang publik nasional.

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana secara terbuka mengumumkan peningkatan nominal hadiah sayembara pencarian ijazah tingkat menengah atas tersebut.

ADVERTISEMENT

Lonjakan nilai hadiah itu tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar tiga ratus persen dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

"Update sayembara ijazah SMA Gibran, yang dicari Ijazah SMA, yang ketemu karet gelang," ujar Denny pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.

Dirinya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satupun pihak yang berhasil membuktikan keberadaan dokumen ijazah yang dipersyaratkan.

"Belum seminggu, sumbangan untuk hadiah sayembara menemukan Ijazah Gibran sudah naik 300 persen," Denny menuturkan.

"Per detik ini, hadiahnya sudah naik menjadi Rp 300 Juta," tambahnya.

Dirinya mengaitkan situasi tersebut dengan kemunculan rekaman video saat sang wakil kepala negara terlihat memainkan karet gelang ketika berinteraksi dengan warga.

"Mas Wapres sendiri malah menenukan permainan karet gelang," jelasnya.

Sikap keras lantas ditunjukkan menyangkut masa depan jabatan politik sang pejabat tinggi negara apabila polemik dokumen ini tidak kunjung terjawab.

"Jika tidak ada ijazah SMA atau sederajat, Gibran layak mundur, atau dimundurkan," imbuhnya.

Kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berpartisipasi memberikan dukungan finansial tambahan turut dibuka secara tertutup melalui jalur pribadi.

"Catatan, tertarik menyumbang silakan japri saya. Penyumbang dirahasiakan," terangnya.

Mekanisme penyerahan dana dipastikan aman karena donatur tidak perlu mentransfer uang sebelum pemenang sayembara benar-benar terbukti menemukan dokumen yang dimaksud.

"Dana tidak perlu dikirimkan, kecuali Ijazah ditemukan, dan ada pemenang," tandasnya.

Di sisi lain, kubu pendukung pemerintah sebelumnya telah melontarkan kritik pedas menanggapi substansi tantangan terbuka yang diinisiasi oleh sang profesor hukum.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Dandi Utama menilai objek yang disayembarakan sejak awal memang tidak pernah wujud dalam bentuk ijazah SMA konvensional.

"Barang tidak ada disayembarakan, itu seperti mau ngasih duit tapi disuruh nyari telur kambing!," ujar Dian.

Dirinya mengingatkan bahwa riwayat pendidikan luar negeri yang pernah ditempuh Gibran sebelumnya sempat dipersoalkan dengan berbagai tudingan miring.

"Ditunjukkan dr Orchid Park, dibilang setara SMP. Ditunjukkan dari UTS Insearch, dibilang setara Kursus," tukasnya.

Perdebatan panjang mengenai status administratif kelayakan pendidikan pejabat teras negara tersebut dipastikan masih akan terus bergulir di tengah masyarakat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung