Repelita Jakarta - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Prof. Saiful Mujani, kembali melontarkan kritik tajam terhadap program-program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan menyebutnya sebagai praktik 'gentong babi' atau pork barrel politics yang bermotif politik elektoral jangka panjang.
Ia secara tegas menilai berbagai kebijakan prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, koperasi desa, sekolah rakyat, Danantara, hingga perluasan wilayah teritorial TNI tidak lebih dari alat untuk mobilisasi pemilih menjelang kontestasi Pemilu 2029.
ADVERTISEMENT
"Bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi. Semua seperti diungkapkan film dirty vote," ujar Saiful sebagaimana dikutip pada Minggu, 5 April 2026.
Ia kemudian merinci sejumlah program yang dimaksud secara gamblang, mulai dari Makan Bergizi Gratis hingga kebijakan lain yang dinilai memiliki dampak elektoral yang masif.
"MBG, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial TNI, semuanya gentong babi. Dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029," tutur Saiful menegaskan pernyataannya.
Saiful Mujani juga menyoroti arah demokrasi Indonesia ke depan dengan peringatan bahwa jika praktik tersebut terus berlanjut, maka Pemilu 2029 berpotensi tidak lagi berlangsung secara demokratis.
"Pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. Harus dihentikan politik gentong babi ini," tegasnya dengan nada keras.
Ia bahkan menyebut bahwa Indonesia telah masuk ke dalam kategori otokrasi elektoral, di mana pemilu tetap berlangsung tetapi tidak sepenuhnya demokratis karena berbagai intervensi dan mobilisasi kekuasaan.
"Indonesia udah jatuh ke dalam electoral authocracy. Memang ada pemilu tapi pemilu pun dilaksanakan secara otokratik atau otoritarian. Mau Pemilu kaya gitu? buat apa? ga ada guna," pungkas Saiful mengakhiri kritiknya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tanggapan terkait kritik dan ketidaksukaan terhadap dirinya dengan tantangan terbuka melalui jalur demokrasi.
"Jadi begini ya, kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa," tegas Prabowo dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
Ia pun secara gamblang mempersilakan siapa pun yang tidak sepaham dengannya untuk menyalurkan perlawanan melalui mekanisme pemilihan umum yang telah disediakan oleh konstitusi.
"Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan. 2029, bertarung," tandas Presiden Prabowo menantang para kritikus dan oposisi untuk membuktikan kekuatan elektoral mereka di bilik suara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok