Berita, Nasional

Said Iqbal Dikabarkan Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Gerakan Buruh Nyatakan Dukungan Penuh

Repelita.id

07 June 2026 13:59 WIB

Said Iqbal Dikabarkan Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Gerakan Buruh Nyatakan Dukungan Penuh
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kabar mengenai penunjukan Pemimpin Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan santer terdengar menjelang prosesi pelantikan pada Senin, 8 Juni 2026. Informasi tersebut pertama kali diembuskan oleh Andi Gani selaku tampuk kepemimpinan tertinggi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Andi menyatakan jika elemen pergerakan pekerja memberikan restu sepenuhnya apabila Said Iqbal dipastikan masuk dalam lingkaran kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. "Bung Iqbal besok mudah-mudahan insya Allah akan menjadi penasihat Presiden bidang ketenagakerjaan, kita dukung penuh sebagai gerakan buruh," kata Andi usai pembukaan Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

Langkah bergabungnya Said Iqbal dipastikan bakal memperbanyak representasi figur aktivis buruh yang memegang kendali atas sejumlah posisi krusial di instansi negara. Momentum ini menyusul jejak Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat yang telah terlebih dahulu masuk jajaran Kabinet Merah Putih dengan mandat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Andi menaruh rasa percaya yang besar jika eksistensi rekan sejawatnya di koridor pemerintahan tidak akan mengendurkan militansi mereka dalam mengawal hak para buruh. "Daya yakin betul, Bung Jumhur dan Bung Said Iqbal tidak akan luntur perjuangannya, walaupun masuk pemerintahan. Biarkan kami tetap bersama dan Bung Iqbal, saya yakin komitmennya sangat penuh," ucapnya.

Menurut pandangan Andi, jajaran elit serikat pekerja yang memutuskan berkoalisi dengan birokrasi bakal terus memegang teguh asas perjuangan yang selama ini mereka suarakan. "Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan, tidak akan meninggalkan ideologi pembelahan terhadap buruh, dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah menjadi pejabat pemerintahan," ujarnya.

Keberadaan perwakilan kaum pekerja di dalam sistem pemerintahan dinilai strategis guna menjembatani komunikasi interpersonal dengan penguasa saat menggodok regulasi ketenagakerjaan. Walau Istana belum mengeluarkan rilis resmi mengenai agenda tersebut, kesaksian Andi Gani menjadi indikator kuat pertama dari lingkaran internal buruh terkait rencana pengangkatan ini. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung