Berita, Nasional

Said Didu Ungkap Presentasi Presiden Prabowo Mengenai Data Perampokan Kekayaan Negara dan Dominasi Oligarki Istana

Repelita.id

12 October 2026 00:08 WIB

Said Didu Ungkap Presentasi Presiden Prabowo Mengenai Data Perampokan Kekayaan Negara dan Dominasi Oligarki Istana
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah rekaman video wawancara yang diunggah oleh kanal YouTube Indonesia Speaks menampilkan perbincangan mendalam antara Akbar Faizal dengan Muhammad Said Didu mengenai isi pertemuan khusus bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dalam tayangan di kanal YouTube Indonesia Speaks tersebut, Muhammad Said Didu mengungkapkan bahwa kepala negara mempresentasikan secara detail data mengenai praktik perampokan kekayaan negara berikut dengan daftar pelakunya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemaparan di kanal YouTube Indonesia Speaks, presiden menunjukkan data kerugian masif akibat praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor-impor yang ditaksir mencapai angka 1 hingga 1,2 triliun dolar selama kurun waktu 30 tahun.

Presiden Prabowo Subianto juga menjabarkan temuan kebocoran anggaran negara dari sektor bumn sebesar 20 miliar dolar serta perputaran dana judi online senilai 12 miliar dolar.

Melihat kondisi kebocoran yang meluber tersebut, Muhammad Said Didu di kanal YouTube Indonesia Speaks mengingatkan presiden bahwa posisinya kini telah masuk pada fase krusial untuk membunuh atau dibunuh secara politik.

Dirinya menilai presiden kedelapan ini menjadi pemimpin pertama yang berani menyentuh lingkaran kekuasaan oligarki pengusaha yang selama ini mendikte hukum dan menguasai fasilitas politik negara.

Terkait desakan penggantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Muhammad Said Didu dalam kanal YouTube Indonesia Speaks menjelaskan bahwa kepala negara tidak menghendaki langkah penyelesaian yang bersifat tambal sulam.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak memiliki hambatan utang budi atau komitmen balas jasa terhadap partai politik tertentu termasuk dalam hal mempertahankan jabatan strategis aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, tayangan di kanal YouTube Indonesia Speaks mengungkap analisis mengenai latar belakang pencalonan Gibran Rakabuming Raka yang didasarkan pada situasi keterpaksaan politik akibat dinamika gugatan batas usia di Mahkamah Konstitusi.

Muhammad Said Didu memaparkan bahwa presiden tidak merasa terbantu oleh keberadaan wakil presiden saat ini, sementara pihak Joko Widodo beserta dinastinya berkepentingan besar untuk mempertahankan posisi tersebut.

Di akhir diskusi kanal YouTube Indonesia Speaks, Muhammad Said Didu menyatakan komitmennya untuk tetap konsisten berada di luar struktur pemerintahan demi menjaga ruang kendali kritik yang merdeka bagi masyarakat sipil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung