Repelita Jakarta - Pengamat kebijakan publik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, melayangkan kritik terbuka dan pertanyaan menohok kepada jajaran pemangku kebijakan ekonomi tertinggi di tanah air
Sorotan tajam tersebut diarahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga keuangan akibat kondisi perekonomian nasional yang dinilai kian mengkhawatirkan
ADVERTISEMENT
Langkah ini diambil setelah mencermati data pergerakan pasar keuangan yang menunjukkan pelemahan nilai tukar rupiah serta kemerosotan indeks harga saham secara terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir
Melalui sebuah unggahan di platform digital X dengan tautan resmi @msaid_didu yang dipublikasikan pada hari Jumat, 15 Mei 2026, ia meminta kejelasan serta edukasi nyata dari pemerintah agar masyarakat tidak dicap skeptis
Dalam takaran pernyataan resminya yang ditulis tanpa perubahan, ia menegaskan beberapa poin krusial berupa Bapak Presiden @prabowo, Bpk Menko @airlangga_hrt, Bpk Menkeu Purbaya @KemenkeuRI, Bpk Gub BI @bank_indonesia, Ibu Kepala @ojkindonesia yth, dengan data bhw makin hari nilai tukar dan harga saham makin nyungsep, mohon ajari kami untuk : 1) bagaimana kami bisa jadi optimis agar tdk dituduh sbg orang psimis 2) bagaimana kami yakin bhw Indonesia ke depan mamang tidak gelap 3) bagaimana kami yakin bhw pidato Bpk/Ibu memang bisa dipercaya 4) bagaimana kami yakin bhw Bpk dan Ibu memang masih punya keinginan dan kemampuan mengambil kebijakan “radikal” untuk atasi masalah ini - bukan lewat pidato. 5) bagaimana cara kami menyampaikan masukan untuk perbaikan sesuai fakta dan data tapi kami tidak dituduh orang psimis, anti pemerintah dan/atau antek Asing Semoga Bpk dan Ibu berkenan memberikan jawaban kepada kami. yang kemudian langsung memicu perbincangan hangat di kalangan warganet sektor finansial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Bapak Presiden @prabowo, Bpk Menko @airlangga_hrt, Bpk Menkeu Purbaya @KemenkeuRI, Bpk Gub BI @bank_indonesia, Ibu Kepala @ojkindonesia yth, dengan data bhw makin hari nilai tukar dan harga saham makin nyungsep, mohon ajari kami untuk :
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) May 15, 2026
1) bagaimana kami bisa jadi optimis agar… pic.twitter.com/xSoCQX74B1