Berita, Hukum

Roy Suryo Heran Rismon Berani Teliti Ijazah Jokowi Padahal Ijazahnya Sendiri Diduga Palsu

Repelita.id

22 April 2026 23:25 WIB

Roy Suryo Heran Rismon Berani Teliti Ijazah Jokowi Padahal Ijazahnya Sendiri Diduga Palsu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan rasa herannya terhadap Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang berani meneliti keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Roy secara langsung dalam program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV pada Selasa, 21 April 2026 malam.

ADVERTISEMENT

Roy menduga bahwa ijazah yang dimiliki oleh Rismon sendiri juga bermasalah atau bahkan palsu berdasarkan sejumlah temuan yang beredar.

Ia memaparkan berbagai indikasi yang mengarah pada dugaan kepalsuan ijazah Rismon, mulai dari masalah stempel, kertas security paper, hingga hasil scan dokumen.

"Yang paling sedih bagi saya, saya dan Dokter Tifa, bagaimana bisa Doktor Rismon Hasiholan Sianipar berani meneliti ijazah Jokowi kalau ijazah sendiri palsu?" tanya Roy dengan nada tajam.

Menurut Roy, tindakan yang dilakukan oleh Rismon tersebut berakibat sangat fatal terhadap kredibilitas dan integritas dirinya sebagai seorang ahli.

Bahkan atas perbuatannya sendiri, Rismon dinilai otomatis telah menghilangkan integritas dan kepercayaan publik terhadap status keahlian yang ia klaim.

"Pengkhianatan besar itu, fatal banget. Orang yang sudah benar-benar tidak jujur pada dirinya itu akan kemudian sudah cacat, sudah enggak punya integritas," imbuh Roy.

Roy menegaskan bahwa seseorang yang tidak jujur pada dirinya sendiri tidak akan pernah bisa dipercaya pendapat dan analisisnya oleh orang lain.

Hal ini menjadi ironi besar karena Rismon selama ini tampil di berbagai forum sebagai ahli digital forensik yang mengkritisi dokumen milik orang lain.

Padahal menurut Roy, sebelum meneliti keaslian ijazah orang lain, seharusnya Rismon memastikan terlebih dahulu bahwa ijazah miliknya sendiri benar-benar asli.

Rismon yang hadir langsung dalam kesempatan tersebut lantas memberikan tanggapan atas serangan tajam yang dilontarkan oleh Roy Suryo.

Menurut pengakuan Rismon, Roy memang kerap menyimpulkan sesuatu dengan terburu-buru tanpa didasari oleh data yang lengkap dan valid.

Ia menuding bahwa Roy Suryo sendiri tidak mempunyai data penelitian yang otentik atas tuduhan kepalsuan ijazah yang dialamatkan kepada dirinya.

"Itulah Anda selalu jump to conclusions, palsu, palsu, palsu. Datanya dari anda enggak? Ini data cap basah, coba ditunjukkan itu transkrip nilai saya," ujar Rismon seraya menunjukkan transkrip nilainya.

Rismon berusaha membuktikan bahwa tuduhan Roy tidak berdasar dengan menunjukkan dokumen fisik yang ia miliki di atas panggung.

Ia menantang Roy untuk menunjukkan bukti konkret yang mendukung tuduhan bahwa ijazah miliknya adalah palsu.

Perdebatan sengit antara kedua tokoh ini terjadi di hadapan publik yang menyaksikan acara yang disiarkan secara langsung tersebut.

Roy sendiri tampak tidak goyah dengan tantangan Rismon dan tetap pada pendiriannya bahwa integritas adalah syarat mutlak bagi seorang ahli.

Ia menilai bahwa tanpa integritas yang bersih, seorang ahli tidak memiliki hak moral untuk menilai dan mengkritisi dokumen milik orang lain.

Publik yang menyaksikan perdebatan ini pun terbelah dalam dua kubu, ada yang mendukung argumen Roy dan ada pula yang membela Rismon.

Kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Rismon ini sebenarnya sudah bergulir cukup lama di ranah hukum.

Sebelumnya, Rismon sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dalam kasus yang sama, namun kemudian diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Status tersangka Rismon gugur setelah SP3 terbit, namun polemik di ruang publik terus berlanjut hingga saat ini.

Kehadiran Rismon di program Rakyat Bersuara menjadi ajang pembuktian kedua belah pihak di hadapan publik.

Roy memanfaatkan momentum tersebut untuk melancarkan kritik pedas terhadap kredibilitas Rismon sebagai seorang ahli digital forensik.

Sementara Rismon berusaha keras untuk membela diri dan membersihkan namanya dari tuduhan kepalsuan ijazah yang dialamatkan kepadanya.

Hingga acara berakhir, tidak ada kesimpulan yang dicapai karena kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing.

Publik kini menunggu apakah akan ada tindak lanjut hukum dari perdebatan publik yang memanas ini atau hanya akan berhenti sebagai adu argumentasi semata.

Yang jelas, kasus ini semakin memperlihatkan betapa kompleksnya polemik ijazah yang telah menyita perhatian bangsa Indonesia selama bertahun-tahun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung